Griya Swakarya BRI Syariah Rambah Kabupaten Bandung

Pengembangan bisnis properti Bank BNI Syariah melalui program Griya Swakarya yang belum lama ini diluncurkan kini tengah merambah Kabupaten Bandung.
Andry Winanto
Andry Winanto - Bisnis.com 24 September 2017  |  16:44 WIB
Griya Swakarya BRI Syariah Rambah Kabupaten Bandung
Karyawati PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah melayani nasabah di Jakarta, Senin (6/3). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembangan bisnis properti Bank BNI Syariah melalui program Griya Swakarya yang belum lama ini diluncurkan kini tengah merambah Kabupaten Bandung.

Pemimpin Divisi Bisnis Konsumer BNI Syariah Endang Rosawati mengatakan perseroan tengah mengambangkan sejumlah lahan di dua lokasi di wilayah Bandung, Jawa Barat.

“Total lahan di dua lokasi tersebut seluas 11.000 meter persegi,” ujarnya kepada Bisnis.com di Jakarta, Jumat (22/9/2017).

Menurut Endang, di atas lahan tersebut nantinya akan dibangun hunian yang akan dijual langsung kepada end user. Selama ini, tuturnya, banyak pihak yang menawarkan sejumlah lahan di berbagai kawasan di Indonesia. Namun, manajemen tidak bisa langsung memproses karena harus memperhatikan prospek pasar, profil calon pembeli properti nantinya, sampai fasilitas maupun infrastruktur di kawasan tersebut.

“Banyak [yang menawarkan], tapi ya gak mudah,” ucapnya.

Endang melanjutkan, selain di Bandung, perseoran kini tengah mengembangkan sebanyak 14 unit tanah kavling di daerah Sidoarjo dengan luas sekitar 1.300 meter persegi. Adapun, pengembangan lahan tersebut nantinya akan dibangun rumah tapak.

“Di Sidoarjo itu sebetulnya lahan berada dikawasan perumahan yang telah berdiri. Hanya, yang dibagian depan saja yang belum digarap, dan itu yang kemudian kami kembangkan untuk rumah dengan luas tanah 90 meter persegi dengan luas bangunan 60 meter persegi,” katanya.

BNI Griya Swakarya merupakan produk baru yang dikeluarkan BNI Syariah untuk memfasilitasi kepemilikan rumah. Perseroan mengklaim, pembelian rumah melalui program ini akan lebih murah karena memangkas harga yang semula terdiri dari harga pokok, margin pengembang, dan margin pembiayaan bank menjadi hanya harga pokok plus margin pembiayaan bank saja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni syariah

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top