KABAR PASAR 14 DESEMBER: Janji, Satu Digit?, Realisasi Belanja Negara 75,9%

Berita tentang janji bunga mengambang untuk kredit pemilikan rumah serta realisasi belanja negara hingga pekan kedua November menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Kamis (14/12/2017).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Desember 2017  |  08:22 WIB
KABAR PASAR 14 DESEMBER: Janji, Satu Digit?, Realisasi Belanja Negara 75,9%
suku bunga

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang janji bunga mengambang untuk kredit pemilikan rumah serta realisasi belanja negara hingga pekan kedua November menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Kamis (14/12/2017).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Janji, Satu Digit? Sejumlah bank kembali menjanjikan bunga mengambang atau floating di level satu digit untuk kredit pemilikan rumah pada tahun depan setelah pada tahun ini sulit merealisasikan janji serupa. (Bisnis Indonesia)

Pelemahan Belum Sirna. Kurs rupiah berpeluang melanjutkan pelemahan di tengah keputusan The Federal Reserve dalam upaya menaikkan tingkat suku bunga yang dirilis pada Rabu (13/12) waktu setempat. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah Siapkan Sejumlah Strategi. Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi transformasi di sektor industri padat karya. Pemerintah telah memetakan sektor-sektor yang riskan terhadap perubahan tersebut. (Bisnis Indonesia)

Komodo Bond Resmi Masuk Bursa London. PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) menorehkan sejarah. Operator jalan tol plat merah ini menerbitkan dan mencatatkan Komodo Bond di London Stock Exchange. Komodo Bond adalah sebutan untuk obligasi berdenominasi rupiah yang diterbitkan di luar negeri (global IDR bond). (Kontan)

Realisasi Belanja Negara 75,9%. Realisasi belanja negara hingga pekan kedua November lalu baru mencapai Rp1.619,6 triliun atau sekitar 75,9% dari target APBN-P 2017 sebesar Rp2.133,3 triliun, atau rata-rata 6,9% per bulan. Jika dalam 1,5 bulan ke depan digenjot hingga 20%, maka belanja dikhawatirkan kurang berkualitas dan rawan korupsi. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
belanja negara, kredit pemilikan rumah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup