Wimboh: Silahkan Somasi, Kami Masih Berkomitmen Sehatkan AJB Bumiputera

Otoritas Jasa Keuangan mempersilakan pihak yang ingin melayangkan somasi terkait upaya penyehatan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB).
Oktaviano DB Hana | 15 Februari 2018 16:40 WIB
Karyawan beraktivitas di Kantor Asuransi Jiwa Bumiputera, di Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan mempersilakan pihak yang ingin melayangkan somasi terkait upaya penyehatan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB).

“Silakan saja. Kami tunggu somasinya,” ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh D. Santoso di sela-sela konferensi pers, Kamis (15/2/2018).

Dia menegaskan bahwa otoritas sampai saat ini masih berkomitmen untuk melanjutkan proses penyehatan satu-satunya asuransi yang berbentuk usaha bersama atau mutual insurance di Indonesia tersebut. OJK pun mengimbau para pemegang polis untuk tetap tenang karena dari sisi bisnis dan pendanaan AJBB masih berjalan normal.

Berdasarkan informasi yang diterima Bisnis, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman melayangkan somasi kepada OJK pada 13 Februari 2018. Boyamin, yang juga mengaku sebagai pemegang polis AJBB, dalam surat tersebut mengajukan sejumlah tuntutan kepada Ketua Dewan Komisioner OJK, antara lain membubarkan pengelola statuter (PS) yang dinilai gagal menjalankan proses restrukturisasi AJBB.

“Alasan kedua, PS harus dibubarkan karena tidak terdapat dasar hukumnya,” demikian tertulis dalam draf somasi tersebut.

MAKI juga meminta OJK melakukan lima tuntutan lain. Jika tidak, maka lembaga swadaya masyarakat tersebut mengancam akan mendesak Presiden Joko Widodo dan DPR untuk mengganti para anggota dewan komisioner otoritas periode 2017 - 2022. 

Dalam konferensi pers hari ini, OJK mengumumkan tengah menyiapkan program penyehatan yang komprehensif terhadap AJBB bersama PS. Menurut OJK, program penyehatan diperlukan karena program restrukturisasi yang sebelumnya direncanakan ternyata tidak berjalan sesuai harapan.

Berdasarkan catatan Bisnis, pada akhir 2016, OJK menunjuk tujuh anggota PS yang dikomandoi Aktuaris Senior Didi Achdijat untuk melakukan restrukturisasi di perusahaan tersebut. Tujuannya, agar perusahaan asuransi konvensional ini dapat tetap eksis di tengah tumbuhnya industri asuransi yang umumnya diisi perusahaan joint venture asing yang lebih modern. 

Perusahaan kemudian menjalin kerja sama dengan PT Evergreen Invesco Tbk. (GREN), sebagai bagian dari rencana restrukturisasi. Namun, kemitraan tersebut dibatalkan pada awal Januari 2018 dengan alasan adanya perubahan persepsi di sisi investor.

Tag : asuransi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top