Jasindo Targetkan Premi Asuransi Engineering Rp300 Miliar Tahun Ini

PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) memasang target pendapatan premi dari linis bisnis Asuransi Engineering sebesar Rp300 miliar pada tahun ini.
Azizah Nur Alfi | 22 Februari 2018 07:49 WIB
Tim Labfor Bareskrim Pori melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pascarobohnya bekisting pier head pada proyek konstruksi pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan D I Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) memasang target pendapatan premi dari linis bisnis asuransi engineering sebesar Rp300 miliar pada tahun ini.

Direktur Teknik dan Luar Negeri Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Ricky Tri Wahyudi menyampaikan perseroan tidak ingin terlalu agresif memasang target pendapatan premi 2018. Target pendapatan premi lini bisnis asuransi rekayasa tahun ini sekitar Rp300 miliar, tidak berbeda dengan realisasi tahun lalu.

Adapun klaim bruto unaudited lini bisnis asuransi engineering sebesar Rp106,8 miliar.

"Tahun ini, preminya tidak terlalu agresif karena kami harus melakukan mitigasi terhadap portofolio dari asuransi engineering itu sendiri," jelasnya, Rabu (21/2/2018).

Jasindo menjadi penanggung tunggal proyek tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dengan nilai pertanggungan Rp4,2 triliun.

Ricky menambahkan perseroan tengah melakukan kajian tahap awal terkait ambruknya pier head atau kepala tiang jembatan dalam bagian proyek tol Becakayu, Selasa (20/2). Perseroan memastikan rentetan kecelakaan proyek infrastruktur belakangan ini tidak signifikan meningkatkan klaim asuransi rekayasa.

"Dengan beberapa kejadian ini tidak terlalu berpengaruh karena kami sudah mencadangkan dari sisi klaim dan penyebaran risiko," terangnya.

Tag : asuransi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top