Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Indonesia Ungguli The Fed untuk Hal Berikut

Tak lama setelah menduduki posisi Gubernur Federal Reserve baru Amerika Serikat (AS), Jerome Powell menyoroti kebutuhan untuk mengomunikasikan kebijakan moneter dengan lebih baik. Dalam hal ini, Powell mungkin bisa belajar satu atau dua hal dari Indonesia.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Maret 2018  |  06:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Tak lama setelah menduduki posisi Gubernur Federal Reserve baru Amerika Serikat (AS), Jerome Powell menyoroti kebutuhan untuk mengomunikasikan kebijakan moneter dengan lebih baik. Dalam hal ini, Powell mungkin bisa belajar satu atau dua hal dari Indonesia.

Akun Twitter Bank Indonesia memiliki sekitar 625.000 followers, jumlah terbesar dibandingkan dengan bank sentral lainnya. Di antara hampir 12.000 cuitannya adalah update mengenai nilai tukar dan inflasi.

Tak hanya mengabarkan laporan-laporan serius, cuitan Bank Indonesia kerap memberi update tentang hadiah-hadiah, bahkan video musik yang menerangkan bagaimana mengenali uang kertas palsu. Kunjungan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IM) Christine Lagarde pada Februari juga mendorong sejumlah topik.

Menurut juru bicara Bank Indonesia Agusman, para pembuat kebijakan menyadari penggunaan media sosial telah menjadi kebutuhan mengingat besarnya populasi kaum milenial di nusantara.

“Dengan media sosial, kami bisa menembus hambatan-hambatan komunikasi serta juga berkomunikasi dengan gaya,” kata Agusman, seperti dikutip Bloomberg.

Bank Indonesia disebutnya berkomitmen membuat konten lebih menarik, mudah dibagikan, dan yang terpenting untuk menjadi viral. Namun semua upaya ini bukan hanya berbicara tentang klik.

Media sosial adalah cara efisien untuk berkomunikasi dengan lebih dari 260 juta warga Indonesia yang tersebar di seluruh kepulauan dari ribuan pulau. Jika dianalogikan, jarak yang membentang mungkin sebanding dengan dari New York ke London.

Komunikasi aktif yang dilakukan oleh Bank Indonesa mencerminkan pendekatan-pendekatan langsung, saat staf BI bekerja sama dengan polisi untuk menghentikan kartel cabai di Balikpapan atau membeli burung hantu untuk mengusir tikus dari ladang-ladang di Banyuwangi.

Warga Indonesia memang diketahui sebagai pengguna media sosial yang produktif.

Dengan jumlah akun Twitter mencapai lebih dari 24 juta, Indonesia hanya berada di urutan ketiga setelah AS dan India, menurut penyedia data pasar dan konsumen Statista. Indonesia juga diklaim memiliki total jumlah sekitar 90 juta akun Facebook.

Kesediaan para pembuat kebijakan di Indonesia untuk melibatkan pengguna internet dinilai berbeda dan lebih menarik dibandingkan dengan update resmi terbaru yang disusun oleh bank sentral Meksiko Banco de Mexico dan The Fed. Masing-masing bank sentral tersebut menduduki posisi kedua dan ketiga dalam hal jumlah followers.

Tidak puas hanya bisa menjangkau via Twitter, sebuah unggahan yang diterbitkan Jumat dengan tagar SobatRupiah, mengajak para followers untuk mengunjungi kantor Bank Indonesia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia the fed
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top