OJK Soroti Keamanan Nasabah Asuransi Digital

Otoritas Jasa Keuangan menekankan pentingnya menjaga keamanan data nasabah, utamanya setelah kemunculan agregator dalam digitalisasi perasuransian.
Nindya Aldila | 16 Maret 2018 08:18 WIB
Ilustrasi asuransi

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan menekankan pentingnya menjaga keamanan data nasabah, utamanya setelah kemunculan agregator dalam digitalisasi perasuransian.

Direktur Pengawas Asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Nasrullah mengantisipasi munculnya agregator yang menjadi jembatan antara perusahaan asuransi dan nasabah. Menurutnya, keamanan data nasabah yang membeli polis secara digital adalah tanggung jawab perusahaan asuransi secara mutlak.

“Nanti di surat edaran yang mau kami atur, nasabah harus langsung masukkan datanya ke perusahaan asuransi. Agregator tidak boleh punya data nasabah,” ujar Ahmad, Kamis (15/3/2018).

Hal yang sama turut diungkapkan oleh Wakil Direktur Utama FWD Life Rudi Kamdani. Dia menuturkan industri asuransi harus waspada untuk memasukkan produknya ke dalam platform agregator karena jika terjadi sesuatu dapat memengaruhi reputasi perusahaan sendiri.

Untuk itu, perlu adanya regulasi terkait kejelasan batasan peranan agregator dalam mewujudkan digitalisasi pada industri asuransi.

“Agregator bisa jadi bagus buat industri asuransi, bisa juga tidak. Kalau sebatas membandingkan harga masih tidak masalah. Hati-hati dengan [agregator] yang memegang data [nasabah] lebih. Takutnya reputasi perusahaan yang terpengaruh,” ungkap Rudi.

Hingga saat ini, semakin banyak perusahaan asuransi yang mulai serius untuk memperkuat kanal digitalnya untuk melayani nasabah secara online.

FWD Life bahkan sudah menyiapkan sekitar Rp500 miliar untuk investasi digital sampai 2020. Adapun pembelanjaan perusahaan untuk kebutuhan digitalisasi sudah mencapai Rp300 miliar sampai akhir tahun lalu.

Tag : asuransi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top