BRI Syariah Lebih Hati-hati Salurkan KUR

Bisnis.com, JAKARTA PT Bank BRI Syariah menargetkan penyaluran KUR syariah akan lebih tinggi pada 2018, dengan tetap mempertahankan aspek kehati-hatian.
Ropesta Sitorus | 21 Maret 2018 20:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank BRI Syariah menargetkan penyaluran KUR syariah akan lebih tinggi pada 2018, dengan tetap mempertahankan aspek kehati-hatian.

Widodo Januarso, Direktur BRI Syariah, saat mendampingi Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam acara Pelatihan Manajemen Koperasi Ritel di Serang Banten beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa pada tahun ini pihaknya menargetkan penyaluran KUR Syariah senilai Rp550 miliar. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi penyaluran KUR Syariah pada 2017 senilai Rp465 miliar.

“BRI Syariah tetap mempertahankan aspek prudensialitas (kehatian-kehatian) dalam penyalurannya,” katanya lewat keterangan tertulis, Rabu (21/3/2018).

Meski KUR syariah dijamin dengan sistem penjaminan, perseroan tetap menerapkan standar yang tinggi dan hanya akan memproses permohonan pembiayaan yang benar-benar memiliki kelayakan usaha walaupun belum bankable. Kualitas pembiayaan KUR syariah sangat terjaga yang tampak dari rasio Non-Performing Financing (NPF) per Desember 2017 di bawah 0,1%.

Widodo menambahkan, grafik penyaluran KUR di BRI Syariah terus meningkat. Sepanjang Januari 2018 penyaluran KUR syariah masih sebesar Rp20,45 miliar dan meningkat menjadi Rp88,20 miliar.

"BRI Syariah terus berkomitmen menjaga kualitas pembiayaan KUR syariah sebagai wujud dukungan kepada UMKM agar sukses dalam usahanya,” ungkapnya.

Widodo mengungkapkan, alokasi plafon BRI Syariah sudah didistribusikan ke seluruh unit kerja di seluruh wilayah Indonesia. BRI Syariah memaksimalkan 272 unit kerja jaringan yang tergabung dalam 52 kantor cabang untuk memasarkan KUR syariah.

"Sejalan dengan misi pemerintah yang ingin memacu sektor ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa, di tahun 2018 BRI Syariah akan terus meningkatkan proporsi KUR syariah untuk sektor-sektor produksi yang meliputi sektor pertanian, termasuk tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan. Selain itu juga ada sektor perikanan, termasuk penangkapan dan pembudidayaan ikan," lanjutnya.

Untuk sektor non-produksi yaitu sektor perdagangan, BRI Syariah tetap mengalokasikan pembiayaan KUR syariah. Sektor ini meliputi seluruh usaha disektor perdagangan  besar dan eceran, termasuk perdagangan dalam negeri, ekspor maupun impor.

Sebagaimana dijelaskan Widodo, saat ini BRI Syariah tengah melakukan kampanye tagar Faedah Hijrah (#Faedah Hijrah). “Kami mengajak masyarakat untuk berhijrah memanfaatkan pembiayaan syariah untuk hidup yang lebih barokah.”

Tag : bri syariah
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top