Cadev Turun US$1,1 Miliar, Pembiayaan Impor Masih Aman

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Hadijah Alaydrus | 08 Mei 2018 23:19 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia akhir April 2018 sebesar US$124,9 miliar atau turun sebesar US$1,1 miliar dibandingkan posisi Maret 2018 US$126 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) menegaskan cadangan devisa tersebut masih cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2018.

"Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," ungkapnya dalam siaran pers, Selasa (8/5).

Dia menambahkan BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Dari data BI, Agusman mengungkapkan penurunan cadangan devisa pada April 2018 terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Ke depan, tambahnya, BI memandang cadangan devisa tetap memadai didukung terjaganya keyakinan terhadap prospek perekonomian domestik yang membaik dan kinerja ekspor yang tetap positif.

Tag : cadangan devisa
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top