Bank BRI Agro Gencarkan Pertumbuhan DPK & Kredit

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (BRI Agro) melakukan berbagai strategi untuk memacu pertumbuhan dana pihak (DPK) ketiga dan kredit yang lebih signifikan pada 2018.
Ropesta Sitorus | 25 Mei 2018 18:30 WIB
Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) Agus Noorsanto (dari kiri) berbincang dengan Pemimpin Cabang Jakarta Kuningan Suharno (dari kanan), dan Kepala Cabang Pembantu Jakarta Tebet Nina Erlina, seusai peresmian relokasi kantor cabang Tebet, di Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (BRI Agro) melakukan berbagai strategi untuk memacu pertumbuhan dana pihak (DPK) ketiga dan kredit yang lebih signifikan pada 2018.

Terkait DPK, perseroan baru-baru ini meluncurkan program Kejutan Point Agrotama dari tabungan Agrotama.

Dalam program promo tersebut, nasabah dengan saldo minimum Rp3 juta dan kelipatannya akan mendapat kesempatan untuk mengikuti program kejutan poin dengan total hadiah utama 2 kg emas.

“Baik nasabah eksisting dan baru, semua bisa ikut program ini,” kata Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto dalam keterangan tertulis, Jumat (25/5/2018).

Dia mengatakan untuk mendapatkan poin, ada tiga cara yang dapat dilakukan. Pertama, membuka rekening tabungan Agrotama maka secara otomatis mendapatkan 100 poin.

Kedua, meningkatkan saldo tabungan Agrotama dengan menabung minimal Rp3 juta mendapatkan 30 poin berlaku kelipatannya. Ketiga, bertransaksi menggunakan e-channel BRI Agro via ATM atau mobile banking.

“Nasabah juga bisa menukarkan poin untuk mendapatkan gadget, elektronik, maupun voucher belanja,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan memasuki usianya yang ke 29, BRI Agro mempu mencatatkan pertumbuhan sejalan dengan perkembangan industri perkebunan sebagai salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia.

Per kuartal I/20l18, kinerja bank yang 86,81% sahamnya dimiliki PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. itu cukup positif. Total aset perseroan tumbuh 46,76 % secara year on year atau meningkat dari Rp12,1 triliun menjadi Rp17,8 triliun.

Kenaikan aset tersebut antara lain didukung pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 45,55% (yoy) dari Rp8,5 triliun pada Maret 2017menjadi Rp12,5 triliun pada Maret 2018. Adapun DPK tumbuh sebesar 39,34% (yoy), dari Rp9,9 triliun menjadi Rp.13,8 triliun.

Dengan pertumbuhan kinerja yang cukup tinggi tersebut, BRI Agro sampai dengan Maret 2018 berhasil membukukan laba sebesar Rp68 miliar, tumbuh 86,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp36 miliar.

“Pertumbuhan ini diharapkan membantu perkembangan perkebunan di Indonesia,” ujar Agus.

Tag : bri agro
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top