Tak Ada Lonjakan Klaim Asuransi Kendaraan Bermotor Setelah Lebaran

Sejumlah perusahaan asuransi kerugian memperkirakan klaim asuransi kendaraan bermotor tidak mengalami lonjakan setelah lebaran seiring dengan angka kecelakaan yang menurun.
Azizah Nur Alfi | 29 Juni 2018 17:56 WIB
Asuransi kendaraan bermotor menjadi salah satu lini penopang pertumbuhan asuransi umum - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah perusahaan asuransi kerugian memperkirakan klaim asuransi kendaraan bermotor tidak mengalami lonjakan setelah lebaran seiring dengan angka kecelakaan yang menurun.

Salah satu perusahaan yang memperkirakan klaim asuransi kendaraan bermotor tetap stabil setelah lebaran adalah PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia.

Deputy Direktur Klaim Purwoko memperkirakan, klaim asuransi kendaraan bermotor masih akan stabil pada bulan Juni yang bertepatan dengan libur lebaran pada 11 Juni -20 Juni 2018. Proyeksi ini karena melihat kasus klaim hingga Jumat (29/6/2018) masih sekitar 2.900 klaim.

Sementara itu, kasus klaim pada bulan sebelumnya atau Mei sekitar 2.922 klaim. Dia mengatakan perseroan hanya menerima klaim sebanyak 11 kasus di klaim center Jabodetabek selama libur lebaran.

"Kalau liat sepintas tidak ada kenaikan signifikan. Saya melihat malah hampir sama dengan bulan sebelumnya," katanya, Jumat (29/6/2018).

Menurutnya, kasus klaim yang stabil pada momen lebaran karena perseroan melakukan proses underwriting dengan baik yakni perseroan mengcover kendaraan dengan kondisi yang baik. Di samping faktor seleksi risiko, angka kasus klaim yang stabil juga diyakini karena kondisi infrastruktur yang baik.

Guna menjaga rasio klaim sepanjang tahun ini, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan bagian pemasaran dan underwriter mengenai teknis perolehan nasabah.

"Dari sisi risiko memang dari sisi underwritingnya harus diperhatikan. Faktor teknis lainnya, kondisi infrastruktur. Itu hanya salah satu faktor sehingga klaim stabil," imbuhnya.

Target Premi

Asuransi Cakrawala Proteksi menargetkan perolehan premi pada tahun ini mencapai Rp1,2 triliun atau meningkat 20% dari proyeksi tahun lalu sebesar Rp1 triliun. Hingga April 2018, perseroan mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp548 miliar atau tumbuh 12,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Head Product Development PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) Tanny Megah Lestari menyampaikan, penerimaan klaim pada bulan Juni menurun 20% dibandingkan dengan bulan Mei dan April. Namun demikian, pelaporan klaim masih akan terlihat pada bulan Juli.

Berdasarkan pelaporan Autocillin Mobile Claim, sebuah aplikasi pelaporan klaim, ada 4.000 laporan per bulan.

"Selama lebaran, potensi klaim terbanyak adalah dari kendaraan bermotor," ujar Tanny, Kamis (28/6/2018).

Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia kuartal I/2018 menunjukkan, klaim lini usaha asuransi kendaraan bermotor sebesar Rp1,97 triliun atau menurun 0,3% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,97 triliun.

Rasio klaim lini usaha kendaraan bermotor pada kuartal I/2018 tercatat 41% atau membaik dibandingkan dengan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 48,1%.

Tag : asuransi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top