Rupiah Melemah, Simpanan Valas BCA dan Mayapada Normal

PT Bank Mayapada International Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk memastikan produk simpanan dalam bentuk valuta asing masih dalam kondisi normal di tengah gejolak nilai tukar rupiah.
Muhammad Khadafi | 06 September 2018 00:55 WIB
Perbandingan kurs rupiah tahun 1998, 2008, dan 2018. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mayapada International Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk memastikan produk simpanan dalam bentuk valuta asing masih dalam kondisi normal di tengah gejolak nilai tukar rupiah.

Presiden Direktur PT Bank Mayapada International Tbk. Haryono Tjahjarijadi mengatakan produk simpanan dalam bentuk valuta asing dalam kondisi normal. Kendati saat ini mata uang rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. 

“Tidak ada penarikan maupun penyetoran yang besar,” katanya kepada Bisnis, Rabu (5/9/2018).

Dia menambahkan dana pihak ketiga (DPK) valas Mayapada tetap tumbuh di tengah melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Hingga Agustus 2018 perseroan mencatat kenaikan lebih kurang 9% secara year to date.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk. Vera Eve Liem. Sejauh ini nasabah valas melakukan penarikan dan penyetoran sesuai dengan kebutuhan bisnis.

“Sejauh ini belum [gejolak akibat pelemahan rupiah terhadap simpanan dalam bentuk valas],” katanya.

Dia juga mengatakan BCA tidak melakukan antisipasi khusus ke depan. Pasalnya simpanan valas perseoran tidak besar, hanya sekitar 7% dari total DPK.

Adapun bank umum swasta devisa (BUSN) merupakan kontributor terbesar yang menyerap dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk valas di dalam negeri. Bank swasta yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh pihak swasta non asing dan dapat melakukan transaksi dengan luar negeri berkontribusi 39,9% terhadap total dana valas yang berada di bank.

 

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah, simpanan valas
Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top