Ini Produk Asuransi yang Cocok Dipasarkan Online

Pemasaran asuransi lewat platform digital dipandang cukup menjanjikan, akan tetapi tidak semua produk dapat dipasarkan secara online.
Leo Dwi Jatmiko | 23 September 2018 10:36 WIB
BNI Life

Bisnis.com, JAKARTA - Pemasaran asuransi lewat platform digital dipandang cukup menjanjikan, akan tetapi tidak semua produk dapat dipasarkan secara online.

President Director BNI Life, Shadiq Akasya mengatakan tidak semua bisnis produk asuransi cocok dipasarkan lewat digital. Hanya bisnis produk bersifat generik yang cocok didistribusikan secara online.

Produk generik lebih sederhana dan mudah dipahami, sehingga nasabah tidak memerlukan penjelasan mendalam. Produk generik yang dimaksud seperti asuransi jiwa dan kerugian.

Adapun bisnis produk polis khusus seperti unit link membutuhkan penjelasan detil, sehingga antara agent dan pembeli asuransi harus bertemu.

"Kalau seperti itu [unit link] kita harus ketemu orangnya, ini loh manfaatnya, nanti ada negosiasi," kata Shadiq kepada Bisnis, Jumat (21/9/2018).

Shadiq menuturkan distribusi asuransi jalur digital menjanjikan, selain memberi kecepatan pelayanan, distribusi lewat digital juga menekan ongkos pemasaran. Saat ini, BNI Life fokus mempersiapkan sistem digital sebelum melakukan penetrasi.

"Kalau digital kita wajib, mau tidak mau kita harus ikuti dan berubah," kata Shadiq.

Shadiq menambahkan bancassurance masih menjadi ujung tombak dalam distribusi asuransi BNI Life.
Shadiq mencatat distribusi jalur ini mengalami peningkatan 15% yoy.

Bancassurance unggul karena lebih agressif dalam melakukan penetrasi. Sedangkan distribusi digital bersifat pasif, hanya menjaring mereka yang benar-benar butuh asuransi.

"Kalau digitalisasi, itu paling dari sisi campaign saja, kita tidak bisa maksa orang buat beli [asuransi]," ujar Shadiq.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia tahun 2017, jumlah peserta asuransi di Indonesia telah mencapai 16 juta jiwa. Angka inilah yang menjadi target dalam mengembangkan distribusi asuransi digital.

Tahun ini BNI Life mencatatkan premi sebesar Rp6,5 triliun, BNI Life menargetkan pertumbuhan premi di angka Rp8 triliun pada tahun 2019.

Shadiq optimistis mampu mencapai angka tersebut, alasannya kondisi pasar dan perbaikan kualitas agent serta bancassurance yang terus dilakukan BNI Life.

Tag : asuransi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top