Sambangi Palu, Menteri Rini Pastikan BUMN Dorong Percepatan Pemulihan

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno kembali mengunjungi Sulawesi Tengah untuk memastikan kebutuhan dasar korban gempa dan tsunami terpenuhi serta mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah Palu, Donggala, Mamuju.
M. Nurhadi Pratomo | 03 Oktober 2018 15:25 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah, berhelm) didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja mengawasi proses evakuasi korban gempa di reruntuhan Hotel Roaroa di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10). - ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA— Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soemarno kembali mengunjungi Sulawesi Tengah untuk memastikan kebutuhan dasar korban gempa dan tsunami terpenuhi serta mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah Palu, Donggala, Mamuju.

"Sejak awal kami menekankan bagaimana menuntaskan permasalahan bahan pokok makanan, ketersediaan bahan bakar minyak, dan kesehatan. Badan Usaha Milik Negara [BUMN] juga sudah banyak buka posko," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (3/10/2018).

Rini mengatakan sejumlah upaya telah dilakukan oleh BUMN. Untuk pemulihan sarana telekomunikasi, perseroan pelat merah telah membentuk media center di Kantor Sentral Palu yang dilengkapi 15 titik akses poin.

Selain itu, sambungnya, BUMN telah menambah fasilitas telepon gratis di posko-posko bencana, menambah titik layanan free wifi menjadi 100 titik, dan memastikan bahan bakar dari PT Pertamina (Persero) untuk operasional Telkom Group selama masa pemulihan.

Dalam upaya pemulihan layanan perbankan, beberapa gerai, ATM, dan kantor Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dipastikan telah kembali berjalan sejak awal pekan ini. Beberapa gerai yang mengalami kerusakan secara bertahap diperbaiki dan kembali beroperasi.

Di sisi lain, untuk pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), Pertamina telah menjalankan rencana regular, alternative, emergency (RAE) untuk mengamankan pasokan energi. Pasokan diambil melalui beberapa terminal BBM yakni terminal BBM Poso, terminal BBM Moutong, terminal BBM Toli-Toli, dan terminal BBM Pare-Pare.

Rini mengatakan Pertamina telah mengoperasikan 20 dispenser manual untuk melayani kebutuhan BBM masyarakat. Selain itu, dioperasikan SPBU portabel dan 80 unit dispenser engkol manual tambahan, dan unit mobil tangki berdispenser.

"Hasil tinjauan saya ke SPBU tadi masih ada antrian. Ternyata meski stok sudah normal, nampaknya ada kepanikan di masyarakat sehingga membeli dalam jumlah banyak jadi saya minta Pertamina tambah stok minimal tiga kali dari normal,” paparnya.

Dia mengatakan Pertamina juga mengutamakan pasokan BBM kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) agar dapat kembali mengoperasikan pembangkit listrik. TNI dan Polri juga mendapat prioritas untuk operasional armada dalam penanganan bencana.

Sementara itu, dalam pemulihan kelistrikan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah mengoperasikan kembali dua garud induk (GI) yakni GI Pamona dan GI Poso. Dua sumber itu memasok pelanggan daerah Tentena, Poso, Kota Poso, dan Bandar udara Kasiguncu.

Tag : bumn
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top