OJK Sebut Penggalangan Dana di Pasar Modal Melambat

Otoritas Jasa Keuangan memastikan penggalangan dana di pasar modal tidak sebesar pada tahun lalu. Kenaikan bunga acuan mendorong investor memilih investasi di pasar uang karena menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Hendri Tri Widi Asworo | 04 Oktober 2018 22:42 WIB
Wimboh Santoso - Bisnis.com/Nirmala Aninda

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan memastikan penggalangan dana di pasar modal tidak sebesar pada tahun lalu. Kenaikan bunga acuan mendorong investor memilih investasi di pasar uang karena menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan, penurunan penggalangan dana di pasar modal sejalan dengan kebijakan pemerintah menerbitkan surat berharga dengan imbal hasil lebih menggiurkan.

“Yield pemerintah keluarkan surat utang bisa mencapai 8,25%. Kalau enggak segitu enggak laku. Jadi investor memilih kesana,” ujarnya di Jakarta, Kamis (10/4/2018).

Namun, dia memproyeksikan pada tahun depan penggalangan dana di pasar modal bakal lebih tinggi lagi seiring dengan kepastian politik setelah pemilihan presiden.”Tahun depan abis pemilu sudah tancap gas,” tuturnya.

Hingga akhir September 2018 realisasi penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp137,81 triliun dari 127 emiten. Pada sisa tahun ini ada 24 emiten yang mengajukan diri untuk mencari dana di pasar modal dengan proyeksi sekitar Rp10,63 triliun.

 

Tag : pasar modal
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top