BRI LIfe Tertantang Lakukan Penetrasi Asuransi ke Milenial 

PT Asuransi BRI Life mengakui penetrasi ke generasi milenial memiliki sejumlah tantangan yang tidak mudah.
Leo Dwi Jatmiko | 04 November 2018 18:30 WIB
Direktur Utama PT Asuransi BRI Life Gatot Mardiwasisto: Kesadaran berasuransi generasi milenial masih rendah. - Bisnis/Leo Dwi Jatmiko

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi BRI Life mengakui penetrasi ke generasi milenial memiliki sejumlah tantangan yang tidak mudah.

Direktur Utama PT Asuransi BRI Life Gatot Mardiwasisto Trisnadi menilai, kesadaran berasuransi generasi milenial masih rendah.

Dia merujuk data AC Nielsen 2015 yang menyebutkan hanya 33% dari generasi milenial yang sadar dan sudah memiliki  asuransi.

Menurutnya, generasi milenial perlu memiliki asuransi sebagai investasi jangka panjang.

“Ungkapan YOLO (you only live once) terlalu memanjakan milenial sehingga mereka menganggap kewajiban finansial seperti asuransi tidak dibutuhkan ;” kata Gatot di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Gatot mengungkapkan dalam menarik milenial untuk berasuransi, emosi, jarak dan pemahaman digital generasi milenial terhadap produk asuransi masih menjadi tantangan.

Generasi milenial cenderung menginginkan kecepatan dan kemudahan atas investasi, sehingga tidak berminat untuk berinvestasi di asuransi.  

“Adapun jarak mempengaruhi penetrasi, dan ini dapat diselesaikan dengan digital, tetapi permasalahan barunya adalah masih banyak usia milenial yang gagap teknologi,”kata Gatot.

Gatot menerangkan berdasarkan data “Digital ini 2017: Southeast Asia. We are Social and Hootsuite. 50% atau 132 juga penghuni Indonesia telah menggunakan internet. 106 juta jiwa pengguna sosial media dan 92 juta jiwa merupakan pengguna aktif mobile media sosial.

Kepala Divisi Strategi dan Pemasaran BRI Life Yoseph Indrayana mengatakan, bonus demografi di Indonesia merupakan peluang yang harus dimanfaatkan BRI Life.

Pemasaran produk melewati jalur digital menjadi langkah yang harus ditempuh untuk merangkul milenial.

Dia menerangkan beberapa produk BRI Life telah dipasarkan lewat digital. BRI Life juga melayani pengklaiman lewat digital dalam bentuk penyerahan dokumen.

“Kelengkapan dokumen bisa lewat digital, hanya lewat aplikasi whatsapp, tinggal dikirim fotonya, tetapi untuk proses pengklaiman masih harus di kantor,” kata Yoseph.

Yosep menerangkan meski akan menggalakkan distribusi lewat digital, BRI Life tidak akan meninggalkan pemasaran dengan cara konvesional.

BRI Life tetap akan mengandalkan bancassurance dalam memasarkan asuransi. Dia menyebutkan dari Rp6 triliun pendapatan premi kuartal III, sebanyak Rp1,5 triliun berasal dari jalur bancassurance.

Tag : asuransi, generasi milenial, BRI Life
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top