Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kementerian BUMN Ikhlaskan Merpati Diprivatisasi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut mempersilakan investor strategis untuk dapat mengambil alih Merpati Nusantara Airlines melalui berbagai skema yang memungkinkan.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 13 November 2018  |  08:21 WIB
Kementerian BUMN Ikhlaskan Merpati Diprivatisasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebut mempersilakan investor strategis untuk dapat mengambil alih Merpati Nusantara Airlines melalui berbagai skema yang memungkinkan.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro menyampaikan pemerintah sebetulnya telah cukup lama menmbuka kesempatan bagi investor-investor privat untuk masuk ke tubuh Merpati.

“Kami mengundang privat sektor yang memang berminat, silakan saja [mengambil Merpati]. Dari 2 tahun lalu sebenarnya kami sudah programkan privatisasi. Dengan nantinya Merpati memasukkan uang, otomatis kepemilikan negara akan terdilusi,” ungkap Aloysius saat dihubungi Bisnis.com, Senin (12/11).

Kendati demikian, Aloysius menegaskan Kementerian BUMN tetap menunggu hasil putusan PKPU soal nasib Merpati. Dari PKPU tersebut, pemerintah akan menyimak berbagai usulan persidangan terkait status operasional Merpati.

Terkait kemungkinan privatisasi tersebut, Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines Asep Ekanugraha menyampaikan dia belum dapat membeberkan berapa besar dilusi saham pemerintah setelah masuknya investor yang akan menyuntikkan dana pada Merpati.

“Tapi sudah ada perhitungannya,” kata Asep.

Aloysius mengatakan mitra strategis memutuskan untuk menyerap Merpati tersebut menilai masih ada peluang bisnis yang dapat dikembangkan dari maskapai tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merpati
Editor : Ana Noviani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top