Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rancangan Aturan Asuransi Usaha Bersama Fokus Pada Tiga Hal Ini

Rancangan peraturan pemerintah tentang asuransi berbentuk usaha bersama atau mutual insurance bakal berfokus pada tiga hal.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  09:02 WIB
/go2guys.co.nz
/go2guys.co.nz

Bisnis.com, JAKARTA – Rancangan peraturan pemerintah tentang asuransi berbentuk usaha bersama atau mutual insurance bakal berfokus pada tiga hal.

Arif Baharudin, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal, mengatakan regulasi itu akan mengatur tata kelola perusahaan asuransi usaha bersama.

Di samping itu, regulasi tersebut bakal mengatur poin terkait perubahan bentuk badan hukum dan juga pembubaran asuransi usaha bersama.

“Sesuai dengan perundang-undangan, isinya tiga poin tadi,” katanya kepada Bisnis.com.

Menurutnya, rancangan peraturan pemerintah tentang asuransi berbentuk usaha bersama atau mutual insurance itu sudah masuk dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.

Seperti diketahui regulasi ini merupakan amanat dari Undang-Undang No. 40/2014 tentang Perasuransian. Pasal 6 regulasi ini menyebutkan bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai badan hukum usaha bersama diatur dalam peraturan pemerintah.

Pada Pasal 86, UU Perasuransian, yang disahkan pada 17 Oktober 2014 itu, juga menyebutkan bahwa usaha bersama wajib menyesuaikan dengan ketentuan dalam UU tersebut dan peraturan pelaksanaannya paling lama 3 tahun sejak diundangkannya regulasi tersebut.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan II/2017 juga sudah menyoroti tiga regulasi yang merupakan amanat UU Perasuransian, tapi belum terbentuk. Salah satunya adalah PP tentang asuransi berbentuk usaha bersama.

Kendati belum ada, OJK telah mengeluarkan Peraturan OJK No. 1/POJK.05/2018 tentang Perusahaan Asuransi Berbentuk Badan Hukum Usaha Bersama. BPK menyoroti regulasi itu sebab tidak didasari regulasi yang lebih tinggi, yakni dalam bentuk PP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi ajb bumiputera 1912
Editor : Anggi Oktarinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top