Per Juni 2019, Kredit Valas Bank BNI Tumbuh 24,9 Persen

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan bahwa pertumbuhan itu lebih tinggi dibanidngkan dengan industri. Faktor pendorong bagi bank adalah sinergi antara divisi kredit korporasi dengan kantor cabang luar negeri (KCLN), baik dalam bentuk local loan maupun offshore loan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  13:43 WIB
Per Juni 2019, Kredit Valas Bank BNI Tumbuh 24,9 Persen
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang Bank BNI, di Jakarta, Senin (25/2). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. membukukan kredit berdenominasi valuta asing (valas) sebesar Rp92,1 triliun per Juni 2019. Capaian itu naik 24,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan bahwa pertumbuhan itu lebih tinggi dibanidngkan dengan industri. Faktor pendorong bagi bank adalah sinergi antara divisi kredit korporasi dengan kantor cabang luar negeri (KCLN), baik dalam bentuk local loan maupun offshore loan.

“Dibandingkan tahun lalu, ekspansi kredit valas BNI tumbuh tinggi pada sektor-sektor seperti manufaktur serta listrik, gas dan air,” katanya kepada Bisnis, Rabu (21/8/2019).

Herry optimistis hingga akhir tahun pertumbuhan kredit valas masih pada kisaran dua digit. BNI memproyeksikan jenis pembiayaan itu tumbuh sekitar 15 persen hingga 17 persen secara tahunan.

Guna menyalurkan kredit dalam bentuk valas, BNI juga senantiasa menjaga likuditas mata uang asing. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan hubungan dengan nasabah atau debitur yang berorientasi ekspor serta memanfaatkan  penghimpunan dana valas dari KCLN.

Selain pendanaan dalam bentuk DPK, kami juga melakukan utilitasi pendanaan jangka pendek yang berasal dari dana nonkonvensional seperti repo dan pinjaman.

“Kondisi likudiitas sehat ini tercermin dari LDR [loan to deposit ratio] valas BNI pada Juni 2019 sebesar 88,3 persen,” jelas Herry.

Direktur Tresuri & Internasional BNI Rico Rizal Budidarmo menambahkan bahwa meskipun tumbuh tinggi bank juga melakukan mitigasi risiko terkait kredit valas. “Penyaluran kredit dalam valas BNI hanya dapat dilakukan untuk pembiayaan debitur yang memiliki cashflow valas,” katanya.

Adapun secara industri pertumbuhan kredit valas konsisten melambat. Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan, per Mei 2019, total kredit valas yang diberikan oleh bank umum kepada pihak ketiga mencapai Rp792,84 triliun. Realisasi itu tumbuh 10,6 persen yoy, lebih lambat dibandingkan pertumbuhan Mei 2018 sebesar 12,4 persen yoy.

Bahkan secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) kredit valas hanya tumbuh 1 persen. Padahal pada periode yang sama 2018, kredit valas secara tahun berjalan tumbuh 3,4 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
valas, bank bni

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top