Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Presiden Joko Widodo berjalan seusai memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Premium

Jangan Hanya Minta Bunga Turun Pak Jokowi! Lihat Paradoks Ini

09 November 2019 | 11:11 WIB
Seharusnya ketika suku bunga turun pertumbuhan kredit akan naik. Sesuai dengan ilmu ekonomi, ketika harga murah biasanya permintaan akan meningkat. Namun, ini justru terbalik. Fungsi intermediasi perbankan justru tumbuh fluktuatif sepanjang 5 tahun terakhir.

Bisnis.com, JAKARTA - Sepintas, permintaan Presiden Joko Widodo ke pelaku industri perbankan untuk memangkas suku bunga kredit terlihat relevan karena diharapkan dapat merangsang kredit baru, dan menurunkan beban bagi pelaku usaha di sektor riil. 

Namun, kebenaran teori tersebut patut dipertanyakan mengingat pertumbuhan kredit di Tanah Air justru mengalami anomali dalam 5 tahun terakhir.

Jika menelisik data Bank Indonesia, suku bunga dasar kredit perbankan sudah turun secara gradual dari 12,83% pada 2014 menjadi 10,80% pada akhir 2018. 

Sepanjang tahun ini penurunan suku bunga kredit pun masih berlanjut. Posisi suku bunga dasar kredit per September 2019 terpangkas hingga 10,64%.

Seharusnya ketika suku bunga turun pertumbuhan kredit akan naik. Sesuai dengan ilmu ekonomi, ketika harga murah biasanya permintaan akan meningkat. Namun, ini justru terbalik. Fungsi intermediasi perbankan justru tumbuh fluktuatif sepanjang 5 tahun terakhir. (lihat tabel)

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top