Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Kredit Usaha Rakyat - Istimewa
Premium

Mewaspadai Pembiayaan Bermasalah Kredit Bersubsidi Pemerintah

12 November 2019 | 21:12 WIB
Kendati secara umum rasio kredit bermasalah dari penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih relatif rendah, tetapi sejumlah bank penyalur menghadapi persoalan yang cukup serius pada segmen ini akibat tingkat gagal bayar yang tinggi.

Bisnis.com, JAKARTA — Kendati secara umum rasio kredit bermasalah dari penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih relatif rendah, tetapi sejumlah bank penyalur menghadapi persoalan yang cukup serius pada segmen ini akibat tingkat gagal bayar yang tinggi.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, hingga Agustus 2019 sudah ada Rp101,71 triliun KUR yang disalurkan ke 3,62 juta lebih debitur. Jumlah tersebut setara dengan 72,65% dari target penyaluran KUR sebesar Rp140 triliun sepanjang 2019.

Dari KUR yang sudah disalurkan, ada Rp2,03 triliun kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Pembiayaan bermasalah ini tersebar di 19 bank penyalur.

Secara keseluruhan, nilai NPL KUR per Agustus 2019 hanya sebesar 1,32%. Angka ini tergolong rendah. Namun, ada sejumlah bank penyalur yang memiliki rasio NPL KUR lebih tinggi dari rata-rata.

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, rasio NPL KUR tinggi di sejumlah bank penyalur terjadi bukan tanpa sebab.

Pertama, dia menyebut adanya rasio kredit bermasalah tinggi akibat bencana alam. Kedua, kondisi dunia usaha juga sedikit banyak mempengaruhi NPL KUR.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top