Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr
Premium

KETERBATASAN DATA : Akar Persoalan Fintech Lending

19 November 2019 | 16:51 WIB
Perkembangan yang sangat massif secara tiba-tiba menyebabkan banyak hal dalam industri fintech lending yang belum benar-benar siap, salah satunya adalah terkait kelengkapan data dan belum cukup siapnya sistem yang mengintegrasikan seluruh data yang ada.

Bisnis, JAKARTA — Layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi, atau financial technology (fintech)  lending menjadi sangat popular beberapa tahun belakangan. Semakin banyak pemain baru yang muncul, begitu pula celah tindak kejahatan di dalamnya.

Perkembangan yang sangat massif secara tiba-tiba menyebabkan banyak hal dalam industri ini yang belum benar-benar siap, salah satunya adalah terkait kelengkapan data dan belum cukup siapnya sistem yang mengintegrasikan seluruh data yang ada.

Hingga September 2019, jumlah fintech lending yang terdaftar di OJK sudah mencapai 127 aplikasi. Dari jumlah tersebut, fintech lending yang berizin penuh sudah mencapai 13 aplikasi. Jumlah perusahaan yang belum terdaftar dan ilegal bisa jadi ada lebih banyak lagi.

Ketika terdesak oleh sejumlah kebutuhan penting, tidak semua masyarakat Indonesia bisa mengakses pinjaman pada lembaga keuangan konvensional, seperti bank, koperasi, dan multifinance.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top