Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Perajin menyelesaikan pembuatan batik di Desa Klampar, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu (27/3/2019). - ANTARA/Saiful Bahri
Premium

Bank Besar Berebut Cuan dari Bisnis 'Wong Cilik'

25 November 2019 | 16:16 WIB
Patah satu tumbuh seribu. Ini yang menyebabkan usaha mikro seperti tidak ada matinya dan pertumbuhan kredit mikro cenderung stabil dan tetap tinggi biar bagaimanapun kondisi ekonomi

Bisnis.com, JAKARTA - Kecil-kecil cabe rawit. Istilah tersebut cukup tepat disematkan kepada pelaku usaha mikro. Pasalnya, segmen ini masih tumbuh positif dilihat dari serapan penyaluran kredit hingga tutup buku kuartal III/2019.

Bahkan segmen mikro menjadi penopang pertumbuhan kredit di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara keseluruhan.

Sejalan dengan perlambatan kredit, Bank Indonesia mencatat kredit UMKM pada September 2019 tumbuh melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni dari 13,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi 12,3% yoy.

Namun, kredit mikro mampu mencetak pertumbuhan yang tinggi, yaitu sebesar 15,8% yoy per September 2019, meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 15,4% yoy.

Meski mencatat pertumbuhan yang tinggi, tidak semua bank berani bermain di segmen tersebut. Salah satu penyebabnya karena tidak mampu bersaing. Kendati demikian, sejumlah bank masih optimistis, dan terus melancarkan strategi memacu pertumbuhan kredit di segmen mikro.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. misalnya. SVP Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri Zedo Faly menyampaikan bahwa perseron masih mencatat pertumbuhan yang positif pada kredit segmen mikro hingga Oktober 2019.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top