Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). - ANTARA /Galih Pradipta
Premium

Bola Jiwasraya Terus Bergulir

15 Januari 2020 | 14:50 WIB
Pemeriksaan atas kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus berlanjut. Tiga Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal pun turut dimintai keterangan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Bisnis.com, JAKARTA — Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terus bergulir. Setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan lima tersangka, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memanggil para Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal untuk membahas masalah ini.

Rapat tertutup tersebut diagendakan dihadiri oleh direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) pada Rabu (15/1/2020) pukul 10.00 WIB. Namun, masih belum diketahui apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut dan apakah ada formula lebih lanjut dalam menyelesaikan skandal kolusi ini.

Secara terpisah, Kejagung juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap enam saksi pada Rabu (15/1). Para saksi itu berasal dari lima manajer investasi (MI), yakni mantan Direktur Pemasaran PT GAP Asset Management Arifadhi Soesilarto, mantan Marketing PT GAP Asset Management Ratna Puspitasari, Direktur PT Pan Arcadia Asset Management Irawan Gunari.

Kemudian, Direktur PT Pool Advista Asset Management Ferro Budhimeilano, Direktur PT MNC Asset Management Frery Kojongian, dan Direktur PT Sinar Mas Asset Management Alex Setyawan WK.

Mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/1/2020)./ANTARA FOTO-Dhemas Reviyanto

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top