Sunarso dan 4 Direksi BRI Lolos Fit and Proper Test OJK

Kelulusan ini membuat Sunarso dan jajaran direksi baru lain di BRI resmi menjabat di posisinya. Menurut OJK, semua direksi baru BRI lolos uji kelayakan dan tidak memiliki masalah.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  16:04 WIB
Sunarso dan 4 Direksi BRI Lolos Fit and Proper Test OJK
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso telah lolos uji kelayakan.

Kelulusan ini membuat Sunarso dan jajaran direksi baru lain di BRI resmi menjabat di posisinya. Menurut OJK, semua direksi baru BRI lolos uji kelayakan dan tidak memiliki masalah.

“Sudah sudah beres itu, BRI sudah enggak ada masalah. Yang lainnya itu OJK melakukan tergantung kepada seberapa cepat mereka mengirim dokumen ke kami. Kalau cepet ya kami cepat, kalau mereka lambat kami tunggu dokumennya,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Sunarso dipilih menjadi Direktur Utama BRI dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 September 2019. Dia menjabat Direktur Utama menggantikan Suprajarto.

RUPSLB BRI kala itu juga menugaskan lima pejabat baru di jajaran direksi. Kelima pejabat baru ini ada di posisi Wakil Direktur Utama Catur Budi Harto, Direktur Human Capital Herdy Rosady Harman, Direktur Manajemen Risiko Mohammad Agus Sudiarto, Direktur Hubungan Kelembagaan Agus Noorsanto, dan Direktur Kepatuhan Azizatun Azhimah.

Surat keputusan mengenai hasil fit and proper test yang menyatakan Sunarso dan 5 direksi lainnya lainnya layak memimpin BRI tersebut dikeluarkan oleh OJK tertanggal 20 Desember 2019. Surat tersebut berisi tentang Penyampaian Salinan Putusan Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan atas Pengangkatan Pengurus BRI.

“Sunarso sudah lulus,” imbuh Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Slamet Edy Purnomo ketika dikonfirmasi.

Sunarso sendiri telah menjalankan fit and proper test yang dilakukan oleh OJK pada Desember 2019. Uji kepatutan dan kelayakan menjadi salah satu syarat wajib dalam proses pemilihan direksi maupun komisaris bank.

Menurut Heru, OJK tidak ada masalah saat menjalankan uji kelayakan direksi bank. Akan tetapi, OJK disebutnya harus berhati-hati karena tak ingin direksi bank baru dijabat orang nirkompeten.

“Tata kelola dan governance bank ini kan salah satunya ada di pengurusnya. Nah seberapa cepat mereka bisa mengirimkan dokumen itu ke kami,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top