Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan menjawab telepon di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (30/12/2019). Bisnis - Abdullah Azzam
Premium

Uji Nyali BUMN Asuransi

30 Januari 2020 | 12:29 WIB
BUMN asuransi, terutama Jiwasraya dan Asabri, tengah menjadi sorotan akibat pengelolaan investasi yang berisiko demi mengejar imbal hasil dan menambal defisit. Pada saat bersamaan, pengawasan dari OJK terkesan lemah

Bisnis.com, JAKARTA — Pada 2 bulan terakhir persoalan yang terjadi di tubuh perusahaan-perusahaan asuransi pelat merah datang bertubi-tubi. Pangkal persoalannya adalah pengelolaan investasi  Asabri dan Jiwasraya yang terlalu berisiko demi menutup defisit masa lalu.

Pada saat bersamaan, pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan terkesan lemah akibat ketiadaan payung hukum terhadap industri keuangan non bank.

Peliknya masalah PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri menuntut pemerintah, otoritas, dan manajemen perseroan untuk segera mendapatkan solusi terbaik agar tidak merugikan peserta.

Setelah 2 tahun tidak menyampaikan laporan keuangan pada Rabu (29/1/2020), manajemen Asabri akhirnya bersedia memaparkan kinerja keuangan 2019 yang mencatatkan penurunan dan diperkirakan berlanjut pada tahun ini.

Direktur Utama Asabri Sonny Widjadja memaparkan bahwa perseroan mencatatkan risk based capital (RBC) -571,17 persen pada 2019. Angka tersebut diperkirakan membengkak menjadi -643,49 persen pada 2020.

Catatan negatif tersebut terjadi akibat liabilitas yang mencapai Rp36,94 triliun, sedangkan asetnya senilai Rp30,84 triliun. Jumlah aset tersebut turun Rp16,69 triliun atau 35,12 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan posisi aset 2018 senilai Rp47,54 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top