Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan menghitung uang rupiah di kantor cabang Bank BCA Syariah di Jakarta, Selasa (7/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Premium

Siasat Selamat Bank Syariah

27 April 2020 | 17:03 WIB
Bank syariah pernah membuktikan ketangguhannya pada krisis 1998. Kali ini, di tengah pandemi bagaimana strategi yang dijalankan agar dapat melayani 'umat'?

Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan pembatasan kegiatan sosial berskala besar (PSBB) oleh pemerintah yang juga menutup sejumlah sektor ekonomi maupun izin  restrukturisasi kredit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi nasabah terdampak virus corona atau Covid-19 membuat kinerja perbankan syariah menghadapi tantangan. Saat yang sama upaya mendapatkan debitur berkualitas semakin kompetitif di lapangan.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Syariah John Kosasih mengatakan restrukturisasi pembiayaan seperti kebijakan OJK belum berdampak pada likuiditas perusahaan. Meskipun demikian, secara umum pendapatan perbankan syariah dalam tren menurun, baik dari sisi pendapatan bunga maupun nonbunga.

Menurutnya saat ini bank cukup sulit untuk menyalurkan pembiayaan. Keinginan pemilik dana lebih pada meningkatkan aset likuid seperti tabungan. Sementara permintaan kredit tidak setinggi sebelumnya.

Saat yang sama, perlambatan ekonomi yang terjadi di semua sektor membuat perusahaan juga memperketat kebijakan kredit. Hanya sektor dengan prospek yang baik seperti industri kimia untuk disinfektan maupun industri masker yang selektif disalurkan perusahaan. 

“Pembiayaan harus dipertahankan dengan baik, posisi dana juga harus di-manage dengan baik supaya optimal penyalurannya,” katanya, Sabtu (25/4/2020).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top