Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Kantor pusat Bank Rakyat Indonesia - Dok. BRI
Premium

Emiten Bank Kelola Pencadangan, Incar Kinerja Saham Jangka Panjang  

04 Mei 2020 | 10:11 WIB
Sejumlah bank menetapkan strategi jangka panjang agar dapat ekspansif setelah pandemi berlalu.

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah emiten perbankan memilih langkah konservatif dengan memupuk pencadangan sebagai persediaan antisipasi risiko kredit macet.

Langkah konservatif ini diyakini akan menjaga kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Pasalnya pemulihan pencadangan akan mendongkrak laba atau jika tekanan ekonomi berlanjut, pencadangan dalam jumlah memadai akan membuat bisnis tetap dapat melaju.

Kebijakan pening­katan biaya pen­cadangan atau cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) itu telah diatur dalam Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 yang berlaku mulai tahun ini. Beleid anyar itu menggantikan PSAK 55.

Dalam aturan terbaru bank diharuskan menjaga modal sesuai dengan peningkatan biaya pencadangan. Artinya, semua kategori kredit dari berstatus lancar, ragu-ragu, maupun macet, tetap perlu menyediakan biaya pencadangan. Kondisi tersebut bisa semakin memberatkan likuiditas bank di tengah restrukturisasi kredit.

Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Haru Koesmahargyo mengatakan, perseroan masih menambah biaya pencadangan meskipun melakukan restrukturisasi. Namun, dia mengakui peningkatan biaya pencadangan yang dilakukan jumlahnya lebih sedikit dari biasanya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top