Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
NPL Perbankan per Maret 2020 berdasarkan data OJK - Bisnis / Ilham Nesabana
Premium

Bank Jangkar, Tambat Sauh Pemasok Uang

12 Mei 2020 | 12:05 WIB
Presiden Joko Widodo menerbitkan peraturan pemerintah sebagai payung hukum bank jangkar. Sebanyak 15 bank aset terbesar disiapkan sebagai operator penjaga likuiditas.

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menerbitkan payung hukum pelaksana bank jangkar sebagai antisipasi kekeringan likuiditas industri keuangan.

Dalam Peraturan Pemerintah No. 23/2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan atau Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional Dan Atau Stabilitas Sistem Keuangan Serta Penyelamatan Ekonomi Nasional yang diundangkan 11 Mei 2020 itu, bank Jangkar dijalankan oleh 15 bank dengan aset terbesar namun yang dimiliki Warga Negara Indonesia dan berbadan hukum Indonesia.

Dalam beleid itu, bank jangkar berfungsi menyediakan arus uang bagi bank-bank yang kesulitan likuiditas. Berbeda dengan konsep pada 1998, kala itu industri keuangan ditopang oleh Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Sedangkan pada 2008, dukungan likuiditas dilakukan atas nama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK) yang beranggotakan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan.

Dalam beleid anyar mengenai bank jangkar ini, disebutkan tidak semua bank yang kesulitan likuiditas dapat dibantu. Hanya bank yang telah melaksanakan restrukturisasi kredit atau pembiayaan ataupun memberikan tambahan kredit atau pembiayaan modal kerja yang diperkenankan menjadi pelaksana.

Besaran kredit perbankan hingga Maret 2020. Dalam triliun Rupiah/ Bisnis - Ilham Nesabana 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top