Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Warga minjau lokasi rumah setelah melakukan memperoleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari Bank BTN di Kelurahan Tegal Gede, Sumbersari, Jember, Jawa Timur. - Antara/Seno.
Premium

Mengukur Kualitas KPR dalam EBA-SP SMF-BTN, Pilihan Investasi?  

28 Mei 2020 | 20:29 WIB
PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) secara rutin melakukan sekuritisasi KPR bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BBTN).

Bisnis.com, JAKARTA – Sekuritisasi kredit pemilikan rumah (KPR) milik PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk. (BBTN) oleh PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) telah 5 tahun hadir di pasar. Instrumen ini menjadi alternatif investasi bagi investor ritel ataupun korporasi. Bagaimana risiko investasinya?

Kontrak investasi kolektif  efek beragunan aset dalam bentuk surat partisipasi (KIK EBA-SP) yang diterbitkan SMF adalah sekuritisasi kumpulan piutang dengan dasar jaminan kredit kepemilikan rumah (KPR) yang disalurkan perbankan. Salah satu yang rajin melakukan sekuritasi piutangnya adalah PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk., (BBTN). 

SMF sendiri merupakan kendaraan khusus di bawah Kementerian Keuangan berperan sebagai lembaga pembiayaan sekunder perumahan. Produk SMF dengan BTN yang saat ini masih tercatat di Bursa Efek Indonesia yakni EBA-SP SMF-BTN01 yang diterbitkan akhir 2015 lalu.

Dalam perjalanannya, hingga 30 April 2020, SMF telah melakukan melakukan lima kali sekuritisasi KPR milik BTN dengan total penerbitan Rp5,54 triliun. Rinciannya EBA-SP BTN 01 pada 2015 sebesar Rp181,6 miliar, EBA SP BTN 02 sebesar Rp913 miliar, EBA SP BTN 03 (Rp913 miliar), EBA SP BTN 04 (Rp1,82 triliun) dan EBA SP BTN 05 (Rp1,76 triliun).

Setiap EBA terdiri dari beberapa seri. Umumnya Seri A dan Seri B. Para pemegang Seri A mendapatkan imbal hasil pasti dengan amortisasi pokok serta dilindungi dengan kumpulan KPR yang dipegang oleh investor seri B.

Pada EBA SP BTN 01, berdasarkan laporan ke Bursa Efek Indonesia, kredit macet (NPL) di atas 91 hari per 30 April 2020 dalam kumpulan tagihan KPR mencapai 2,59 persen dari plafond EBA-SP. Meski begitu, pemegang surat berharga tetap tenang karena kumpulan tagihan telah mencukupi seluruh pembayaran pokok dan bunga yang dan telah diterima investor Seri A sepenuhnya. KPR paling terakhir dalam sekuritisasi tahap pertama ini jatuh tempo pada 7 Maret 2022.  

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top