Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan beraktivitas di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta, Rabu (3/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Premium

Risiko Reasuransi Menanjak Akibat Restrukturisasi Kredit Melonjak

15 Juni 2020 | 14:51 WIB
Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat terjadi lonjakan klaim reasuransi hingga 317,5 persen sepanjang kuartal I/2020 untuk asuransi kredit.

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan reasuransi melakukan peningkatan premi untuk menjaga kemungkinan risiko pada asuransi kredit sebagai imbas lonjakan restrukturisasi yang dilakukan perbankan akibat pandemi Covid-19.

Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat hingga kuartal I/2020, reasuransi kredit mengalami peningkatan premi dari Rp454,69 miliar menjadi Rp1,17 triliun atau naik 159,1 persen.

Meski begitu rasio klaim juga melonjak tajam dari Rp158,21 miliar menjadi Rp660,59 miliar.

Meski loss ratio meningkat, asuransi kredit merupakan penyumbang premi terbesar kedua industri reasuransi. Lini ini tumbuh kedua tertinggi setelah bisnis energi yang naik 189 persen secara persentase. Pendapatan lini energi sendiri naik dari 15,33 miliar menjadi Rp44,32 miliar.

Presiden Direktur PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) Robby Loho menuturkan secara prinsip apabila terdapat tambahan perlindungan bagi nasabah bank maka akan ada tambahan premi yang harus dibayarkan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top