Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia digunakan untuk menyelamatkan bank yang sakit. - Dimas Ardian / Bloomberg
Premium

Historia Bisnis: Kwik Kian Gie dan Permintaan Obral Aset BPPN

02 Juli 2020 | 21:56 WIB
"Pemerintah harus menjual aset untuk mendapat Rp18,9 triliun... apapun caranya, termasuk menjual murah. Tidak ada masalah. Jika tidak, budget tidak jalan."

Bisnis.com, JAKARTA - Menambal APBN yang kurang guna menangani dampak perlambatan ekonomi bukan perkara mudah. Satu sisi, anggaran belanja harus ditambah untuk menggerakkan perekonomian. Di sudut lain, realisasi pendapatan seperti pajak jauh di bawah sasaran.

Untuk memenuhi anggaran dalam perlambatan ekonomi itu, beragam cara ditempuh pemerintah, mulai dari penerbitan surat utang ataupun melego aset yang dimiliki.

Langkah melego aset ini juga yang diminta pemerintah di bawah Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) Kwik Kian Gie.  Kala itu untuk menutup defisit APBN tahun anggaran 2000, Kwik mendesak melakukan obral aset BPPN untuk membiayai keuangan negara dalam mengatasi dampak lanjutan krisis ekonomi 1998.

Kala itu, Kwik menyebutkan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) diperbolehkan melakukan penjualan secara obral aset-aset yang dikelolanya untuk memenuhi target setoran Rp18,9 triliun dalam RAPBN 2000.

"Pemerintah harus menjual aset untuk mendapat Rp18,9 triliun... apapun caranya, termasuk menjual murah. Tidak ada masalah. Jika tidak, budget tidak jalan," ujar Kwik, seperti yang dilansir Bisnis Indonesia, edisi 28 Juni 2000 dengan tajuk, Kwik; BPPN Boleh Obral.

Menurut Kwik, yang juga Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) itu, jika target pendapatan penjualan aset oleh BPPN tidak tercapai maka APBN 2000 harus direvisi.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top