Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Ilustrasi seorang pria menggunakan ponsel pintarnya untuk mengakses layanan fintech.  - istimewa.
Lihat Foto
Premium

Ironi Fintech dan Investasi Ilegal di Tengah Pandemi

Layaknya virus Covid-19, perusahaan fintech P2P lending dan entitas investasi ilegal merebak luas sepanjang tahun ini seiring terjadinya pandemi.
Rahmad Fauzan & Yustinus Andri
Rahmad Fauzan & Yustinus Andri - Bisnis.com
14 Juli 2020 | 18:19 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kala pandemi Covid-19 terjadi, rupanya bukan hanya virus corona saja yang menyebar luas dengan cepat. ‘Virus’ dalam bentuk lain pun turut berkembang pesat di tengah masyarakat Tanah Air.

‘Virus’ tersebut adalah perusahaan teknologi finansial atau financial technology peer-to-peer lending (fintech P2P lending) dan entitas investasi berstatus ilegal. Memanfaatkan tekanan ekonomi yang melanda masyarakat akibat mewabahnya virus Covid-19, para pelaku fintech ilegal tampak leluasa dalam mencari mangsa.

Hal itu tercermin dari data yang diperoleh Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Per 13 Juli 2020, jumlah fintech P2P lending ilegal yang telah ditertibkan OJK selama Januari-Juli 2020 mencapai 694 perusahaan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top