Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Logo TikTok/Bloomberg - Lam Yik
Premium

Mengapa Startup Edukasi Keuangan Ramai-Ramai Masuk Media Sosial?

31 Juli 2020 | 19:42 WIB
Tingkat literasi keuangan di Indonesia yang rendah, masih terus menjadi persoalan yang tak kunjung terurai. Lalu apakah media sosial bisa menjadi salah satu solusinya atas persoalan itu?

Bisnis.com, JAKARTA – Ceruk pasar konten edukasi finansial menjadi peluang menggiurkan bagi para konten kreator. Namun, mereka juga perlu berhati-hati berhati-hati agar tidak menjadi Jouska baru.

Dugaan kasus salah kelola dana klien oleh PT Jouska Finansial Indonesia masih terus bergulir. Sejauh ini Jouska dan komplotannya baru mendapatkan sanksi penghentian operasional dari Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, Jouska mendapatkan sanksi berupa pemblokiran akun media sosial dan laman resmi. Sejalan dengan itu, akun CEO Jouska Aakar Abyasa juga tak lagi bisa diakses untuk saat ini.

Semua ini bermula dari keluhan klien Jouska yang mencuat di media sosial. Mayoritas klien mengadukan Jouska karena praktik penasihat keuangan di luar batas, termasuk mengelola dana klien untuk membeli saham-saham berisiko tinggi.

Belum sepenuhnya usai, belakangan ini rekaman suara yang diduga cekcok antara Abiyasa dengan klien masih berkembang liar di media sosial. Dalam cuplikan audio tersebut Aakar mengamuk sambil memaki klien yang diduga perempuan tersebut.

Terlepas dari kasus tersebut, Jouska selama ini berhasil membangun citra positif di media sosial. Edukasi yang diberikan Jouska lewat racikan konten di akun instagramnya cukup digandrungi anak muda. Jumlah pengikutnya bahkan sempat mencapai lebih dari 750.000 akun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top