Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan menunjukkan uang elektronik BNI. - Istimewa
Lihat Foto
Premium

'All Mandiri's Man' di Bank BUMN dan Prospek Saham BBNI-BMRI

Kementerian BUMN merombak ulang jajaran PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. (BBNI) dengan memboyong manajemen PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI). Ini sekaligus menempatkan seluruh bank milik negara (BUMN) dipimpin diaspora Bank Mandiri.
Azizah N.A, N.P Eka Wiratmini dan M. Richard
Azizah N.A, N.P Eka Wiratmini dan M. Richard - Bisnis.com
02 September 2020 | 17:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Penunjukkan Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. (BBNI) dalam RUPS Luar Biasa hari ini, Rabu (2/9/2020) menjadikan pimpinan tertinggi seluruh bank milik negara (BUMN) berasal dari PT Bank Mandiri (persero) Tbk. (BMRI).

Saat ini bank dengan status milik negara atau persero adalah Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Tabungan Negara (BBTN). Seluruh bank ini, kini telah dipimpin oleh diaspora Bank Mandiri. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga menunjuk dua wakil menteri BUMN dari perusahaan dengan logo pita emas itu.  

Royke merupakan bankir senior di Bank Mandiri. Sebelum bergabung dalam bank hasil penggabungan itu, Royke berkiprah di Bank Dagang Negara (BDN). Kala itu Royke adalah Senior Professional di Tim Penyelesaian Kredit Jakarta.

Karir Royke masuk ke dalam jajaran manajemen setelah dipromosikan menjadi Group Head Regional Commercial Sales I. Pada Mei 2011,jabatannya kembali mendaki setelah diangkat menjadi Managing Director Treasury, Financial Institutions & Special Asset Management Bank Mandiri. Selanjutnya pada 2015, Ia ditetapkan sebagai Direktur Corporate Banking sejak tahun 2015. Lalu pada RUPS Luar Biasa 9 Desember 2019, Erick Thohir sebagai kuasa pemegang saham mengangkat Royke menjadi Direktur Utama Bank Mandiri.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir saat mengumumkan penempatan uang pemerintah di Bank BUMN beberapa waktu lalu juga meminta BNI melakukan transformasi bisnis menjadi bank jangkar internasional. Alasannya, 3 bank BUMN lain telah memiliki segmen inti bisnis. Sedangkan BNI mengisi celah antara yang ada. 

Royke menyebutkan perubahan komposisi manajemen BNI bisa saja berkaitan dengan keinginan pemegang saham untuk menguatkan peran BNI sebagai bank jangkar internasional. Penunjukan ini merupakan hal yang membanggakan karena BNI memiliki sejarah panjang di Indonesia yang telah hadir sejak 1946.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top