Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saat Relaksasi Rampung, Bank Mandiri Proyeksi Ada Tambahan Kredit Bermasalah

Berdasarkan laporan publikasi Bank Mandiri, rasio NPL per semester I/2020 mencapai 3,3 persen atau naik 69 basis poin (bps) dari periode sama tahun lalu.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 10 September 2020  |  17:39 WIB
Nasabah mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri di nJakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Nasabah mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri di nJakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. memproyeksi akan ada tambahan rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) setelah relaksasi berakhir.

Berdasarkan laporan publikasi Bank Mandiri, rasio NPL per semester I/2020 mencapai 3,3 persen atau naik 69 basis poin (bps) dari periode sama tahun lalu. Padahal, pada semester I/2019, NPL gross Bank Mandiri mampu turun menjadi 2,64 persen dari posisi 3,13 persen pada semester I/2018.

Meskipun demikian, NPL pada semester I/2020 tercatat masih lebih rendah daripada realisasi paruh pertama 2017 yang sebesar 3,79 persen.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin memproyeksi terjadi penambahan NPL sebesar 1,5 persen hingga 2 persen pasca berakhirnya relaksasi. Bank Mandiri optimistis mampu menjaga NPL berada di kisaran 3,5 persen hingga 3,6 persen sampai dengan akhir 2020.

"Namun demikian, setelah relaksasi kolektibilitas sesuai POJK 11/2020 berakhir tahun depan pada Maret 2021, maka kami perkirakan sebagian debitur-debitur yang direstrukturisasi akibat pandemi covid-19 tersebut akan berpotensi menjadi NPL khususnya yang memang sejak awal memiliki kinerja kurang baik dan dalam kategori risiko yang tinggi," katanya kepada Bisnis, Kamis (10/9/2020).

Siddik menjelaskan peningkatan NPL Bank Mandiri pada semester I/2020 disebabkan oleh penurunan kinerja debitur-debitur di seluruh segmen akibat pemburukan kondisi makro ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Pada kuartal II/2019 ekonomi Indonesia masih tumbuh 5,05 persen (yoy) tetapi pada kuartal II/2020 NPL mengalami kontraksi 5,32 persen (yoy).

"Secara industri, NPL perbankan nasional juga mengalami peningkatan akibat pemburukan kondisi makroekonomi ini," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri kredit bermasalah npl restrukturisasi utang
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top