Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja membersihkan logo milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Rabu (31/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Premium

Menanti Garis Akhir Jiwasraya, dari Jakarta Hingga Negeri Korea

15 September 2020 | 19:14 WIB
Kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tak hanya memakan korban warga Indonesia karena ada ratusan warga asing yang kini nasibnya tak jelas. Melihat pemeriksaan hukum dan restrukturisasi yang belum mencapai titik akhir, berapa lama lagi nasabah harus menunggu?

Bisnis.com, JAKARTA — Pemeriksaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), yang diduga merugikan negara hingga Rp16,81 triliun, kembali berlangsung pada Selasa (15/9/2020). Kali ini, Kejaksaan Agung memeriksa Direktur Utama PT Trimegah Sekuritas Stephanus Turangan.

Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami sejauh mana peran Stephanus dalam menjalankan perusahaannya serta kaitannya dengan jual-beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi perusahaan asuransi tersebut di pasar modal.

"Keterangan yang bersangkutan dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran dia dalam kasus ini," tutur Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Hari Setiyono.

Selain Stephanus, Kejagung telah memeriksa 11 saksi yang berasal dari perusahaan sekuritas, kantor akuntan publik, maupun Jiwasraya. Secara keseluruhan, Kejagung juga sudah menetapkan 6 orang tersangka individu dan 13 tersangka korporasi dalam kasus ini. 

Di luar dinding Kejagung, para pemegang polis JS Saving Plan Jiwasraya juga tak henti menuntut kepastian pencairan klaim mereka.

Dalam aksi 'safari' yang digelar pada Jumat (11/9), sekitar 70 pemegang polis mendatangi kantor Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) untuk memberikan surat kepada Presiden Joko Widodo. Setelah itu, mereka mendatangi kantor pusat Jiwasraya dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top