Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pandemi virus corona menambah panas persaingan bank besar di Tanah Air. (Bloomberg / Brent Lewin)
Premium

OJK Perpanjang Keringanan Cicilan: Penyelamat atau Bom Waktu bagi Bank?

25 September 2020 | 10:34 WIB
Kebijakan perpanjangan keringanan cicilan atau restrukturisasi menjadi pisau bermata dua. Tak hati-hati bank mengelola, maka menjadi ledakan kredit bermasalah akan muncul dalam jumlah besar pada 6 hingga 12 bulan ke depan.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perbankan Tanah Air dihadapkan pada dilema keringanan cicilan (restrukturisasi) kredit yang dapat menekan pendapatan bunga. Namun, hal ini juga diperlukan untuk memperpanjang napas para debitur yang terdampak pandemi belum nampak ujung penanganannya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan akan melanjutkan kebijakan keringanan cicilan. Bagi bank yang menjalankan relaksasi restrukturisasi otoritas mengizinkan agar dibukukan sebagai kredit lancar. Program restrukturisasi hanya mengacu pada satu pilar yang tercantum dalam POJK 11/2020. Hal ini disebut sebagai salah satu upaya membangkitkan ekonomi dari keterpurukan pandemi Covid-19.

“Untuk mencapai hal tersebut, OJK akan melanjutkan relaksasi restrukturisasi langsung lancar dan penetapan restrukturisasi hanya satu pilar sebagaimana diatur dalam POJK 11/2020 yang seiring dan sinergis dengan kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia,” kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo, melalui keterangan resmi, Rabu (23/9/2020) malam. 

Otoritas bersama pelaku industri jasa keuangan, lanjutnya, masih melakukan kajian risiko kredit atas penerapan restrukturisasi lanjutan. OJK akan memastikan restrukturisasi dilakukan secara berhati-hati agar tidak menjadi bom waktu bagi industri.

Anto mengatakan bahwa industri jasa keuangan harus dipastikan tidak memberikan restrukturisasi pada debitur yang saat ini kondisinya sudah tidak dapat lagi diselamatkan. Pemberian restrukturisasi kepada debitur seperti ini dinilai hanya akan menjadi beban berat di masa mendatang.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top