Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi. - Bisnis / Arief Hermawan P.
Premium

Investor, Ini Strategi Investasi Institusi Tajir Melintir Saat Bunga Turun

27 November 2020 | 13:41 WIB
Pengelola dana jumbo seperti dana pensiun dan asuransi umum harus berjibaku saat bunga bank terus turun.

Bisnis.com, JAKARTA -  Perusahaan pengelola dana jumbo seperti dana pensiun hingga asuransi mendapat tekanan tambahan seiring langkah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan 7 day repo rate (BI7drr) menjadi 3,75 persen.  

Setelah Bank Indonesia  memangkas BI7drr, Lembaga Panjamin Simpanan juga melakukan langkah serupa agar bank langsung mentransmisikan dalam kebijakan bunga dengan menurunkan suku bunga penjaminan ke level 4,50 untuk bank umum tabungan dalam rupiah, BPR 7,00 persen. Dan penjaminan simpanan valas menjadi 1,00 persen.

Meski penjaminan LPS tidak terkait dengan pengelola dana jumbo karena  uangnya tidak dijamin, namun kebijakan LPS ini membuat bank menurunkan suku bunga deposito yang menjadi salah satu sumber pendapatan lain bagi pengelola dana pensiun dan asuransi.

Data Otoritas Jasa Keuangan mencatat, kekayaan dana pensiun yang ditempatkan di deposito mencapai Rp79,76 triliun per Oktober 2020. Jumlah ini perlahan turun dibandingkan saat pandemi menerjang. Pada saat kondisi penuh ketidakstabilan, pada April 2020, pengelola dana pensiun menempatkan uang yang mereka kelola sebesar Rp82,07 triliun pada aset deposito.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top