Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Premium

Laba BPD Tahan 'Gigitan' Corona

07 Desember 2020 | 09:51 WIB
Laba perbankan secara industri mengalami penurunan yang cukup dalam akibat tekanan pandemi Covid-19. Hanya kelompok BPD yang masih mencatatkan pertumbuhan.

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja bank umum tertekan akibat pandemi Covid-19 yang tercermin dari perolehan laba bersih secara industri merosot 27,61 persen secara tahunan (year on year) per September 2020.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia OJK per September 2020, penurunan laba terdalam dialami BUSN non devisa dan BUMN. Laba yang tertekan juga terjadi pada BUSN devisa, bank asing, dan campuran. Adapun, pertumbuhan laba positif masih dialami Bank Pembangunan Daerah (BPD). (lihat tabel)

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah menerangkan nasabah BPD mayoritas merupakan ASN dan jenis kreditnya terutama kredit konsumsi.

Di saat pandemi nasabah ASN relatif tidak terdampak, sehingga tidak banyak dilakukan restrukturisasi atau kreditnya tetap lancar. Dengan begitu, keuntungan BPD masih dapat bertahan tumbuh.

Berbeda dengan bank nonBPD yang utamanya menyalurkan kredit produktif kepada korporasi. Pandemi berdampak besar terhadap sektor usaha sehingga bank-bank harus melakukan restrukturisasi atau kreditnya menjadi macet.

Di samping itu, pertumbuhan kredit juga terhenti dan menurun. Hal ini berdampak pada perolehan laba yang juga menurun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top