Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gubernur BI: Para Bankir, Kalau Ingin 'Disowani', Lama-lama Anda Ditinggalkan!

Perry mengatakan pandemi Covid-19 mempercepat digitalisasi ekonomi keuangan. Saat ini ada sekitar 15 bank yang sangat agresif mengembangkan layanan digital banking.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  09:52 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengingatkan kepada para bankir tentang kebutuhan layanan digital banking. Jika bank tidak segera bertransformasi, maka bank akan ditinggalkan nasabahnya untuk beralih ke bank yang memiliki layanan digital lebih baik.

Perry mengatakan pandemi Covid-19 mempercepat digitalisasi ekonomi keuangan. Saat ini ada sekitar 15 bank yang sangat agresif mengembangkan layanan digital banking.

Digital banking termasuk layanan online banking, mobile banking, maupun transaksi lainnya yang tidak membutuhkan tatap muka. Perry mengatakan nilai transaksi keuangan digital begitu besar selama pandemi.

Dia menyebut transaksi digital banking mencapai senilai Rp27.036 triliun pada 2020. Transaksi digital banking diperkirakan akan meningkat menjadi Rp32.206 pada 2021.

Nilai transaksi di e-commerce dan market place juga tumbuh pesat. Transaksi e-commerce mencapai Rp253 triliun pada 2020, meningkat dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp225 triliun. Pada tahun ini, transaksi e-commerce diperkirakan mencapai Rp337 triliun atau tumbuh 33,2% secara year on year (yoy).

Transaksi uang elektronik mencapai Rp201 triliun pada 2020. Pada tahun ini, transaksi uang elektronik diperkirakan akan mengalami kenaikan 32,3% mencapai Rp266 triliun.

Oleh karena itu, Bank Indonesia sangat agresif melakukan digitalisasi pembayaran karena melihat pesatnya perkembangan ekonomi keuangan digital.

Perry mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital banking sangat besar. Masyarakat kini menginginkan bertransaksi lebih mudah melalui ponsel mereka baik untuk pembukaan rekening baru, transfer, maupun kredit. Sehingga bank juga dituntut untuk melayani nasabahnya melalui pengembangan digital banking.

"Makanya para bankir, apakah Anda ingin disowani? Lama-lama Anda ditinggalkan, dijamin. Kalau para bankir masih ingin customer sowan ke panjenengan semuanya, Anda kemudian ga ada kerjaan, akan ditinggalkan konsumen. Karena konsumen herus Anda service, caranya melalui digital banking," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia perbankan
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top