Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pengendara melintas di depan logo Bank Muamalat di Jakarta, Kamis (5/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Lihat Foto
Premium

Gandeng BPKH dan PPA Restrukturisasi Aset, Awal Jalan Terang Bank Muamalat?

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. tampaknya bisa mulai bernapas lega. Setelah mendapat persetujuan rights issue, bank syariah itu akan melakukan restrukturisasi aset bersama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com
15 September 2021 | 20:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kabar baik kembali menghinggapi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Setelah mendapat persetujuan menggelar rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Agustus 2021, kini ada dukungan tambahan dari PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) alias PT PPA.

Pada Rabu (15/9/2021), PPA menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) bersama Bank Muamalat dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, MRA ini mengatur dan mendokumentasikan keseluruhan tahapan maupun rangkaian transaksi dalam rangka pengelolaan aset pembiayaan berkualitas rendah milik Bank Muamalat, terkait penguatan modal bank syariah tersebut.

Selain itu, juga mengatur hubungan hukum yang menjadi dasar pelaksanaan transaksi yang akan dilakukan secara terpisah di kemudian hari. Di antaranya, penerbitan dan pembelian instrumen berbasis syariah (sukuk) dan perjanjian pengelolaan aset pembiayaan berkualitas rendah Bank Muamalat dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.

Singkatnya, PPA akan mengelola aset pembiayaan berkualitas rendah milik Bank Muamalat serta ikut terlibat dalam emisi sukuk yang bakal dilakukan. Meski demikian, perusahaan pelat merah ini tidak masuk menjadi pemegang saham Bank Muamalat.

Mengacu ke laporan keuangan semester I/2021, saat ini pemegang saham terbesar Bank Muamalat adalah Islamic Development Bank dengan 32,74 persen. Menyusul berturut-turut Bank Boubyan dengan 22 persen dan Atwill Holdings Limited dengan 17,91 persen.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kerja sama ini merupakan amanah dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin, yang menginginkan bank tersebut menjadi bagian dari ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Dia juga berharap kolaborasi ini tak berhenti di sini.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top