Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bulan Fintech Nasional Digelar, Simak Sederet Program Menarik

Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) menyelenggarakan Bulan Fintech Nasional (BFN) mulai 11 November-12 Desember 2021.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 08 November 2021  |  15:28 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), akan menyelenggarakan Bulan Fintech Nasional (BFN) mulai 11 November-12 Desember 2021.

BFN merupakan rangkaian acara yang menjadi wadah bagi pemerintah atau regulator, startup fintech, dan stakeholder lainnya di ekosistem keuangan digital Indonesia, termasuk platform e-commerce, untuk melakukan upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui adopsi fintech.

Perayaan BFN yang bertepatan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), juga akan diisi berbagai promosi dan penawaran menarik dari para kontributor atau brand fintech yang menjadi anggota AFTECH. Bertepatan dengan dimulainya BFN, para penyelenggara juga akan menginisiasi tanggal 11 November 2021, atau 11.11, sebagai Hari Fintech Nasional.

“Saat ini, sudah ada lebih dari 65 perusahaan fintech yang akan ikut memeriahkan BFN dengan memberi promosi diskon maupun program-program menarik, baik untuk konsumen maupun untuk UMKM, termasuk lebih dari 115 kegiatan webinar, IG live, podcast, dan lain – lain. Ada pula, lebih dari 200 lowongan pekerjaan dalam virtual job fair sebagai salah satu program bagian dari Bulan Fintech Nasional ini," ujar Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir, Senin (8/11/2021).

Kemudian, rangkaian BFN akan ditutup dengan gelaran The 3rd Indonesia Fintech Summit (IFS) pada 11-12 Desember 2021 yang digelar secara hybrid dari Bali. Mengambil tema 'Fintech untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi: Kolaborasi dalam Menyeimbangkan Tata Kelola dan Inovasi', IFS 2021 diselenggarakan sebagai bagian dari Road to G20 Indonesia 2022 atau program menyambut Presidensi G20 Tahun 2022, serta selaras dengan tema besarnya yaitu 'Recover Together. Recover Stronger'.

Sementara itu, Advisor Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Maskum mengatakan bahwa pihaknya mendukung penyelenggaraan BFN untuk membantu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

“Perkembangan fintech sangat membantu upaya meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat. Untuk mendorongnya, OJK mendukung kegiatan Bulan Fintech Nasional ini yang sekaligus bisa mengedukasi masyarakat untuk semakin pintar memanfaatkan produk dan layanan fintech, seperti Fintech lending, fintech payment, dan lainnya secara aman,” katanya.

Adapun, fintech terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi informasi di tanah air. Dengan nilai transaksi mencapai Rp19,2 triliun di sepanjang 2021, jumlah pengguna uang digital atau e-money di Indonesia mencapai angka lebih dari 500 juta.

Dari sisi teknologi yang dimanfaatkan end user, fintech juga mendukung ekosistem UMKM. Hingga November 2021, lebih dari 12 juta merchant yang didominasi UMKM telah terhubung dengan layanan barcode QRIS. Per 25 Oktober 2021, terdapat 104 fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK, yaitu 101 fintech lending yang berizin dan tiga fintech lending yang berstatus terdaftar.

Kemudian, data per September 2021, akumulasi penyaluran dana tetap tumbuh positif mencapai Rp262,93 triliun atau meningkat 104,30 persen (yoy), sedangkan outstanding pinjaman sebesar Rp27,48 triliun atau tumbuh 116,18 persen (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top