Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BFIN Masuk Ekosistem Gojek-ARTO, Ini Alasan Bank Digital Butuh Lembaga Pembiayaan

Bank digital yang ingin memperluas basis layanan dan mendulang cuan dari produk pembiayaan lainnya, butuh rajin melirik potensi pembiayaan bersama dengan lembaga jasa keuangan (LJK) lain.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 21 Januari 2022  |  20:37 WIB
Nasabah berada di kantor cabang Bank Jago, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Bisnis - Abdurachman
Nasabah berada di kantor cabang Bank Jago, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Bank digital masih sulit menghimpun dana pihak ketiga secara masif. Oleh sebab itu, efisiensi dalam hal menyalurkan kredit membutuhkan siasat dan kolaborasi.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira melihat bahwa setiap bank digital yang akan bertarung memperebutkan pangsa pasar kredit segmen ritel harus bisa memanfaatkan potensi dari ekosistem digital terafiliasi.

"Berkaca dari bank digital di luar negeri, fasilitas lending yang secara mandiri diberikan oleh bank digital itu akan terbatas di segmen ritel dan nominalnya kecil. Misalnya, paylater buat produk tertentu, atau pinjaman tempo buat UMKM yang tergabung di ekosistem e-commerce atau food delivery," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (21/1/2022).

Oleh sebab itu, bank digital yang ingin memperluas basis layanan dan mendulang cuan dari produk pembiayaan lainnya, butuh rajin melirik potensi pembiayaan bersama dengan lembaga jasa keuangan (LJK) lain, seperti multifinance dan teknologi finansial (tekfin/fintech).

Menurut Bhima, siasat menggandeng LJK lain pun banyak untungnya buat bank digital. Selain bisa berbagi risiko kredit, debitur dan ekosistem LJK lain tersebut bisa menjadi calon nasabah potensial yang ujung-ujungnya bisa turut menyumbang dana pihak ketiga.

Oleh sebab itu, menanggapi isu terkini terkait aksi korporasi besutan Jerry Ng lewat perusahaan investasinya yang berupaya menguasai penuh multifinance PT BFI Finance Tbk (BFIN), di mana dirinya merupakan Komisaris Utama PT Bank Jago Tbk (ARTO) sehingga membuka peluang kolaborasi di antara kedua entitas, merupakan hal wajar buat Bhima.

Pasalnya, multifinance pun memiliki ekosistem yang tak kalah dengan platform e-commerce maupun ride-hailing. Misalnya, dealer penjual kendaraan, toko retail offline, sampai UMKM dan perorangan yang notabene lebih terbiasa meminjam dana dengan agunan, yang akrab disebut 'menyekolahkan' BPKB kendaraan.

Tak heran, kebanyakan bank konvensional pun memiliki anak usaha di bidang multifinance, yang tak jarang pula menjadi wadah penyaluran kredit lewat joint financing (JF) untuk pembiayaan konsumen.

"Multifinance itu LJK yang posisinya kuat, apalagi yang namanya sudah besar. Potensi kolaborasinya besar karena banyak juga debitur leasing yang masih masuk golongan unbank atau underbank. Terlebih, kalau dari sisi risiko, kredit yang diberikan itu ada aset fisiknya, terbilang lebih rendah ketimbang fintech," tambahnya.

Senada, Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani melihat bahwa bank digital membutuhkan multifinance atau fintech karena kemampuan dan teknologi mereka sudah terbukti dan berhasil mengakomodasi nasabah berisiko tinggi.

Pembiayaan bersama dengan kedua entitas tersebut akan menjadi salah satu kanal utama penyumbang cuan. Pasalnya, bank memiliki keterbatasan dalam mengakomodasi kredit nasabah di segmen tersebut, terutama karena ketatnya regulasi dan strategi menghindari potensi melambungnya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN).

"Kalau bank digital mau memaksakan diri menyalurkan sendiri [pembiayaan ke segmen lebih berisiko], biaya dan monitoring-nya akan terlalu mahal. Habis buat SDM dan CKPN nanti. Jadi paling mudah memang bersinergi," jelasnya kepada Bisnis.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bfi finance Gojek bank jago Bank Digital
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top