Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRI (BBRI): Pencarian Masyarakat Soal Investasi Didominasi Produk Pasar Modal

BRI (BBRI) menyebut, menurut laporan Google, saham dan reksadana saat ini mendominasi pencarian produk investasi. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  13:57 WIB
 Ilustrasi deposito.  - JIBI/Nurul Hidayat
Ilustrasi deposito. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI mencatat pandemi Covid-19 mendorong masyarakat aktif mencari informasi mengenai investasi melalui kanal digital. Menurut laporan Google, saham dan reksadana saat ini mendominasi pencarian produk investasi. 

Direktur Bisnis Konsumer Handayani mengatakan lanskap investasi masyarakat berubah. Saat ini deposito bukan lagi satu-satunya produk yang dicari.

“Deposito bukan lagi satu-satunya produk yang dicari oleh masyarakat. Dalam laporan Google, saham dan reksadana berada di top 3 produk investasi. Bahkan pencarian saham dan reksanadana meningkat,” kata Handayani dalam konferensi virtual, Kamis (24/2/2022). 

Sementara itu, Bank Indonesia mencatat kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) bank per Januari 2022 Rp7.116,7 triliun, atau tumbuh 11,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan Desember 2021, yang mampu tumbuh 12,1 persen yoy. 

Berdasarkan jenisnya, hal itu didorong oleh perlambatan pertumbuhan giro dan simpanan berjangka atau deposito. Sementara itu, berdasarkan golongan nasabah, perlambatan terjadi pada golongan nasabah perorangan, yang turun 0,9 persen pada Januari 2022 menjadi Rp235,2 triliun. Giro korporasi mengalami pertumbuhan 33,9 persen yoy, menjadi Ro1.540,9 triliun pada Januari 2022. 

Berdasarkan mata uang yang digunakan, giro, tabungan, dan deposito berdenominasi rupiah terbilang stagnan, di mana per Desember 2021 naik 11,7 persen yoy dan per Januari 2022 tumbuh 11,8 persen yoy. Kondisi berbeda dilaporkan oleh DPK berdenominasi valuta asing (valas) yang pertumbuhannya melambat dari 15,3 persen yoy menjadi 12,2 persen yoy pada periode yang sama. 

Bila dirinci, pertumbuhan giro valas melambat dari 31,5 persen yoy menjadi 22,9 persen yoy. Deposito valas merosot semakin dalam dari -0,8 persen yoy menjadi -3,4 persen yoy. 

Adapun pada Januari 2022, simpanan berjangka secara total tumbuh 3,2 persen yoy, melambat dari 3,8 persen yoy jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Perlambatan terjadi pada bank-bank yang berlokasi di Jawa Barat dan Banten. Secara total, simpanan berjangka pada Januari 2022 mencapai Rp2.774,5 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bri deposito
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top