Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LPS Proyeksi Penurunan Suku Bunga Simpanan Lebih Terbatas

LPS menilai sebagian bank juga diperkirakan masih melakukan penyesuaian atas suku bunga simpanan, merespon penurunan Tingkat Bunga Penjaminan pada periode September 2021 yang turun sebesar 50 basis poin (bps) untuk rupiah ke level 3,50 persen.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 01 Maret 2022  |  08:46 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di dekat logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai tren penurunan suku bunga simpanan diperkirakan lebih terbatas pada beberapa bulan ke depan.

Adapun, penurunan suku bunga potensial hanya terjadi pada beberapa bank tertentu dan lebih bersifat penyesuaian terhadap suku bunga pasar.

Dalam Laporan Indikator LPS periode Februari 2022, LPS menjelaskan sebagian bank juga diperkirakan masih melakukan penyesuaian atas suku bunga simpanan, merespon penurunan Tingkat Bunga Penjaminan pada periode September 2021 yang turun sebesar 50 basis poin (bps) untuk rupiah ke level 3,50 persen.

“Perbankan diperkirakan masih akan berupaya mengoptimalkan pengelolaan suku bunga simpanan yang rendah dalam upaya menjaga net interest margin bank,” tulis LPS, dikutip Selasa (1/3/2022).

Selain itu, LPS menyampaikan sepanjang Januari 2022, suku bunga simpanan masih melanjutkan penurunan dengan laju yang lebih terbatas di tengah kondisi likuiditas yang relatif longgar.

Rerata tingkat bunga deposito rupiah (23 moving daily average) seluruh bank LPS pada akhir Januari 2022 turun -5 bps ke level 3,26 persen dibandingkan dengan akhir bulan sebelumnya.

Sementara itu, suku bunga minimum turun -4 bps ke level 2,67 persen, dan suku bunga maksimum turun -6 bps ke level 3,85 persen.

Suku bunga maksimum dan rata-rata seluruh bank valuta asing (valas) juga mengalami penurunan, masing-masing turun 2 bps dan 1 bps ke level 0,52 persen dan 0,42 persen. Sedangkan suku bunga minimum seluruh bank valas stabil pada level 0,32 persen.

LPS menilai laju penurunan yang cenderung terbatas ini mulai terjadi sejak kuartal IV/2021. Di mana, sepanjang Desember 2021, suku bunga simpanan masih melanjutkan tren menurun dengan laju yang lebih lambat.

Berdasarkan Laporan Likuiditas LPS periode Januari 2022, tingkat bunga deposito rupiah (22 moving daily average) bank benchmark LPS pada akhir Desember 2021 turun -5 bps ke level 3.01 persen dibandingkan dengan akhir bulan sebelumnya.

Suku bunga minimum turun -5 bps ke level 2,45 persen, sementara suku bunga maksimum turun -4 bps ke level 3,58 persen. Tren penurunan suku bunga ini terjadi di tengah kondisi likuiditas yang masih cukup longgar.

Sementara itu, LPS mencatat suku bunga minimum, maksimum, dan valas pada Desember 2021 masing-masing tetap pada level 0,16 persen, 0,24 persen, dan 0,20 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suku Bunga lps deposito
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top