Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Warga di Jakarta memperlihatkan sejumlah kartu kredit.  - Antara Foto / Ismar Patrizki.
Lihat Foto
Premium

GOTO hingga Grup Djarum Bikin Platform Credit Score, Cara Halal Jualan Data?

Menilik informasi perkreditan begitu dekat dengan bigdata dan privasi pengguna, apakah platform credit scoring inovatif sama dengan menjual data-data konsumen?
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com
20 September 2022 | 05:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi, bahkan raksasa teknologi (big-tech) tengah memasuki tren berlomba membuat platform penyedia jasa informasi perkreditan alternatif alias alternative credit scoring sendiri. Apa sama saja dengan 'jualan data' konsumen?

Ketua Indonesia Fintech Society (IFSoc) Rudiantara menjelaskan perusahaan teknologi notabene memiliki sumber data melimpah terkait transaksi para penggunanya. Oleh karenanya, data-data tersebut pun bisa dimanfaatkan kembali menjadi aset produktif, salah satunya lewat ekspansi bisnis di bidang credit score.

"Kebanyakan perusahaan teknologi dan platform tekfin memang punya basis data jumbo, dan setelah diolah, akan bisa mencerminkan perilaku dan kondisi keuangan seseorang atau suatu entitas. Sebenarnya bukan hanya perusahaan di bidang teknologi saja, operator seluler pun punya bekal yang sama kalau bicara basis data," ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Senin (19/9/2022).

banner premium

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 3 artikel konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top