Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Warga di Jakarta memperlihatkan sejumlah kartu kredit.  - Antara Foto / Ismar Patrizki.
Lihat Foto
Premium

GOTO hingga Grup Djarum Bikin Platform Credit Score, Cara Halal Jualan Data?

Menilik informasi perkreditan begitu dekat dengan bigdata dan privasi pengguna, apakah platform credit scoring inovatif sama dengan menjual data-data konsumen?
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com
20 September 2022 | 05:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi, bahkan raksasa teknologi (big-tech) tengah memasuki tren berlomba membuat platform penyedia jasa informasi perkreditan alternatif alias alternative credit scoring sendiri. Apa sama saja dengan 'jualan data' konsumen?

Ketua Indonesia Fintech Society (IFSoc) Rudiantara menjelaskan perusahaan teknologi notabene memiliki sumber data melimpah terkait transaksi para penggunanya. Oleh karenanya, data-data tersebut pun bisa dimanfaatkan kembali menjadi aset produktif, salah satunya lewat ekspansi bisnis di bidang credit score.

"Kebanyakan perusahaan teknologi dan platform tekfin memang punya basis data jumbo, dan setelah diolah, akan bisa mencerminkan perilaku dan kondisi keuangan seseorang atau suatu entitas. Sebenarnya bukan hanya perusahaan di bidang teknologi saja, operator seluler pun punya bekal yang sama kalau bicara basis data," ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Senin (19/9/2022).

Pria yang kini juga dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) ini pun menekankan sebenarnya ada pembeda utama dari layanan credit scoring inovatif ketimbang biro kredit konvensional, yaitu dari sisi pemanfaatan analisis mahadata (big data) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Lewat kemampuan ini, para penyedia jasa informasi perkreditan alternatif berpeluang membawa manfaat bagi calon konsumen jasa keuangan potensial yang tadinya belum memiliki riwayat kredit, alias belum tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK atau akrab disapa BI Checking.

Oleh sebab itu, harapannya dengan semakin banyak penyedia jasa informasi perkreditan alternatif, semakin besar pula kemungkinan pelaku UMKM, pekerja informal, dan masyarakat di pedesaan yang jauh dengan layanan keuangan fisik, ke depannya mulai terlayani secara optimal.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top