Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Senin (4/7/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Lihat Foto
Premium

Langkah Leasing MTF, CFIN, Hingga Akulaku Saat Bayang Resesi 'Hantui' Bisnis

Perusahaan leasing seperti Mandiri Tunas Finance (MTF), Clipan Finance (CFIN), hingga Akulaku menyebutkan bersiap menghadapi dampak resesi ke bisnis leasing.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com
04 Oktober 2022 | 16:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Para pemain industri pembiayaan alias multifinance mengaku mulai pasang kuda-kuda untuk menghadapi risiko operasional yang semakin tinggi dalam waktu dekat seiring peringatan Otoritas Jasa Keuangan bahwa resesi ekonomi akan mendekat paling lambat pada 2023 mendatang.

Resesi ekonomi dunia itu disebutkan terdorong kenaikan bunga acuan bank sentral, inflasi, kenaikan harga BBM, hingga eskalasi geopolitik yang berdampak ke seluruh dunia. Keadaan yang diperkirakan juga akan mengganggu multifinance dari sisi lesunya permintaan pembiayaan akibat pelemahan daya beli, serta pemburukan kualitas debitur dalam portofolio yang berpotensi menjadi non-performing financing (NPF).

Mengantisipasi kenaikan risiko bisnis ini,  multifinance yang fokus bermain di bidang pembiayaan mobil baru, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mulai menerapkan jurus menyalurkan pembiayaan secara lebih konservatif jelang akhir periode 2022. Bergeser dari langkah awal yang menjalankan strategi agresif lewat mempertahankan pengenaan bunga murah kepada para calon konsumen bersamaan momentum berlakunya insentif pajak barang mewah (PPnBM) mobil baru dari pemerintah yang berakhir pada penghujung September 2022.

Direktur Sales & Distribusi Mandiri Tunas Finance William Francis mengatakan momentum insentif PPnBM membuat sebagian konsumen MTF cepat-cepat berganti mobil atau memesan kendaraan impian mumpung harga jualnya masih miring. Tak heran, penyaluran MTF sepanjang tahun ini mampu menembus Rp17,5 triliun, tumbuh 40,1 persen (year-on-year/yoy) ketimbang periode sama tahun.

"Inilah [kenaikan risiko bisnis] kenapa bunga jual kami sudah mulai naik per Oktober 2022. Ke depan kami pun mulai selektif terkait calon debitur yang masuk kategori berisiko tinggi," ujarWilliam kepada Bisnis, Selasa (4/10/2022).

Sementara itu, bagi emiten pembiayaan PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) yang mengakomodasi produk kredit mobil baru dan mobil bekas, justru mengaku sudah sejak lama 'bersih-bersih' debitur berisiko tinggi, terutama dari segmen mobil bekas.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top