Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Siasat BSI (BRIS) Bidik Pasar Ekosistem Halal RI

Salah satu siasat BSI adalah dengan memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pembayaran sertifikasi halal melalui e-channel BSI.
Nasabah bertransaksi di salah satu pusat anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Senin (9/1/2022). /Bisnis-Arief Hermawan P
Nasabah bertransaksi di salah satu pusat anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Senin (9/1/2022). /Bisnis-Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI (BRIS) mengincar pasar ekosistem halal di Indonesia untuk menggenjot kinerja bisnisnya. Sejumlah siasat pun dilakukan dalam meraup pasar potensial tersebut.

Terbaru, BSI memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pembayaran sertifikasi halal melalui e-channel BSI.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan melalui upaya tersebut perseroan mendorong agar setiap UMKM yang menjadi mitra binaan bisa mendapatkan sertifikat halal. 

Dalam mempermudah pelaku UMKM mendapatkan sertifikasi halal, BSI menggandeng Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H). Adapun, pada 2024 BSI akan memfasilitasi 1.000 UMKM untuk mendapat sertifikat halal secara gratis. 

BSI juga telah melakukan perjanjian kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kerja sama itu terkait layanan pembayaran sertifikasi halal melalui virtual account. Dengan begitu, UMKM yang menjadi nasabah BSI dapat melakukan pembayaran sertifikasi halal. 

“Cukup dengan copy no virtual account ke menu halal Indonesia yang ada di BSI mobile, nasabah bisa langsung melakukan pembayaran sertifikasi halal. Lebih dari 70% pembayaran sertifikasi halal UMKM ke BPJPH dilakukan melalui BSI,” kata Anton dalam keterangan tertulis pada Selasa (13/2/2024).

Anton mengatakan BSI memang serius meningkatkan pengembangan ekosistem syariah, termasuk ekosistem halal. Menurutnya, peluang dalam menggarap ekosistem syariah di Indonesia itu besar.

Selain ekosistem halal, terdapat ekosistem syariah lain yang dikembangkan BSI seperti pendidikan syariah mulai dari pesantren, sekolah Islam, dan seluruh turunannya. Selain itu masjid dan zakat, infak, sedekah, serta wakaf (Ziswaf). 

Lalu, terdapat pula ekosistem haji dan umroh. "Ini pasarnya besar dan akan berkelanjutan," ujarnya.

Menurutnya, BSI terus mencoba model bisnis dari masing-masing sektor ekosistem itu. BSI juga menggaet stakeholder utama di masing-masing sektor.

"Kira create value proposition. Dengan begitu, seiring berjalannya waktu kita punya kemampuan kuat dalam membangun ekosistem syariah itu," ujar Anton.

Tahun lalu pun BSI gencar memperluas ekosistem syariah itu. BSI telah mengelola dana 5,5 juta nasabah di ekosistem syariah dengan total dana kelolaan mencapai Rp28,9 triliun.

Di zakat, BSI telah mengelola dana Rp1,52 triliun pada 2023, naik 67,24% secara tahunan (year on year/yoy). BSI juga mengelola dana pihak ketiga (DPK) di lembaga pendidikan islam sebanyak Rp5,6 triliun, naik 31,4% yoy. 

Lalu, BSI mengelola dana di ekosistem masjid sebanyak Rp4,63 triliun, naik 118,33% yoy. Selain itu, BSI mengelola dana ekosistem haji dan umroh sebanyak Rp11,97 triliun, naik 18,97% yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper