Agresif Salurkan KPR, Begini Strategi BTN Kejar Target

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyatakan permintaan kredit selama kuartal I/2018 menunjukkan pertumbuhan yang positif sejalan dengan ekspektasi.
Ropesta Sitorus | 10 April 2018 15:58 WIB
Suasana layanan di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyatakan permintaan kredit selama kuartal I/2018 menunjukkan pertumbuhan yang positif sejalan dengan ekspektasi.

Direktur Strategy, Compliance & Risk Bank BTN R. Mahelan Prabantarikso mengungkapkan pertumbuhan kredit masih sejalan dengan target yang dipatok di awal tahun.

Adapun, pertumbuhan kredit emiten BBTN pada awal tahun ini ditopang penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi, baik yang diberikan secara konvensional maupun lewat unit usaha syariahnya.

“Pada kuartal I proyeksi pencapaian kredit Bank BTN masih sesuai target yaitu di atas 21%, dengan rincian pencapaian target kovensional diperkirakan tercapai di atas 18% dan pembiayaan syariah diperkirakan lebih dari 23%,” katanya kepada Bisnis, Minggu (8/4/2018).

Mahelan menambahkan, apabila pencapaian total kredit dibandingkan dengan target akhir tahun 2018 yaitu di atas 26%, maka peluang mencapai target akhir tahun masih cukup besar.

Seperti halnya tahun lalu, kinerja BBTN yang cukup kinclong tak lepas dari kiprahnya dalam program Sejuta Rumah. “Dominasi pertumbuhan kredit didominasi kredit di sektor KPR Subsidi, karena hal ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah yaitu 1 juta rumah,” jelasnya.

Tahun ini, Bank BTN menargetkan pembiayaan perumahan sebanyak 750.000 unit. Kenaikan kredit itu didukung Program Sejuta Rumah yang makin diperkuat, baik lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), maupun Bantuan Uang Muka serta skema baru yang dibuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2PT).

Sepanjang 2017, BBTN membukukan pertumbuhan kredit sebesar 21,01% secara tahunan pada 2017, lebih tinggi di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan sebesar 8,35%.

Secara keseluruhan, pada 2018, BBTN membidik pertumbuhan yang cukup agresif yakni 22%-24%, di atas proyeksi dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sebesar 10% -12%.

Selain itu, dari sisi pendanaan, BBTN juga mematok kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 19% - 22%. Dengan demikian, ekuitas perseroan diharapkan tumbuh 13% - 15% dan total laba bersih dapat terkerek hingga 25% pada akhir tahun ini.

STRATEGI

Dalam kesempatan sebelumnya, Mahelan menjelaskan, selain segmen mass  market, strategi BBTN tahun ini yakni mulai memidik segmen emerging affluent yang berpenghasilan di atas Rp10 juta.

Untuk itu, pihaknya terus mengembangkan transaksi digital untuk membuat proses bisnis menjadi jauh lebih cepat dan efisien.

Namun, BBTN juga masih fokus menggarap segmen pasar mikro yang jumlahnya dinilai masih cukup besar.

Menurut Mahelan, dari 11,4 juta backlog perumahan, sekitar 6 jutaan masyarakat yang termasuk bekerja informal dengan penghasilan di bawah Rp5 juta.

"Untuk masyarakat yang unbanked tapi feasible, kami berikan KPR Mikro yang diblended dengan program pemerintah Bantuan Stimulan Pembangunan Swadaya. Di sisi lain, kami kembangkan juga anak perusahaan multifinance untuk pembiayaan dengan sistem sewa beli untuk pasar yang unbanked," paparnya.

KPR Mikro tersebut dikembangkan lewat kerja sama dengan akademisi, bisnis, komunitas dan pemerintah. Tahun lalu BBTN sudah menyalurkan 300 unit KPR mikro dan tahun ini ditargetkan meningkat hingga 10.000 unit.

Teranyar, BBTN akan bekerjasama dengan Universitas Diponegoro dan pemerintah kabupaten Kendal untuk menyediakan program KPR mikro bagi komunitas guru tidak tetap di kabupaten tersebut.

"Lokusnya sudah ada, tinggal dibangun dan nanti kerja sama dengan Kementerian PUPR. Kami akan lakukan MoU pada awal bulan April bekerjasama dengan Undip."

Tag : bank btn
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top