Lelang SBI jangka panjang dominan

JAKARTA: Penyerapan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) jangka panjang mendominasi lelang instrumen moneter tersebut meskipun penawaran SBI jangka lebih pendek lebih besar dari sisi nilai.
Saeno | 09 Desember 2010 12:25 WIB

JAKARTA: Penyerapan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) jangka panjang mendominasi lelang instrumen moneter tersebut meskipun penawaran SBI jangka lebih pendek lebih besar dari sisi nilai.

Berdasarkan data lelang Biro Operasi Moneter Bank Indonesia per 8 Desember 2010, penyerapan SBI jangka 9 bulan mencapai Rp30 triliun, lebih besar dari penyerapan SBI jangka 6 bulan sebanyak Rp25 triliun dan SBI Syariah sebesar Rp636 miliar.

Total penyerapan lelang SBI sebesar Rp55,64 triliun dari pagu indikatif yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar Rp55,4 triliun.

Padahal total penawaran yang masuk mencapai Rp86,23 triliun, dengan rincian SBI jangka 6 bulan Rp50,51 triliun, SBI jangka 9 bulan Rp35,11 triliun dan SBI Syariah jangka 6 bulan Rp636 miliar.

Adapun imbal hasil (yield) yang dicapai dalam lelang tersebut untuk SBI 6 bulan dan SBI syariah 6,26% serta SBI 9 bulan 6,6%.

Bulan lalu BI mulai menghapuskan penyerapan SBI jangka 3 bulan dengan mengoptimalkan lelang SBI jangka 6 bulan dan 9 bulan. Hal itu dilakukan untuk mengarahkan arus modal asing investasi dalam jangka panjang sehingga tidak menganggu stabilitas moneter.

Penye

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top